Lomba Poster ‘Human Rights Week’

August 24, 2009

poster lomba poster "Human Rights Week"

Dalam rangka ‘Pekan Hak Asasi Manusia’, Peace Generation bekerjasama dengan Komite Aksi Solidaritas Untuk Munir (KASUM) dan Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian (PSKP) UGM, akan mengadakan serangkaian acara. Salah satu agenda acara adalah Lomba Poster untuk siswa SMA/sederajat di Yogyakarta dengan tema “Penegakan HAM Indonesia di Mataku.”

Lomba ini dibagi menjadi 2 kategori, yaitu Poster Manua (digambar langsung dengan tangan), dan Poster Digital (digambar dengan bantuan komputer). Poster yang diajukan harus karya orisinil dan belum pernah diikiusertakan dalam lomba.

Karya dapat dikumpulkan langsung ke Panitia di Sekretariat Panitia ‘Pekan Hak Asasi manusia’ di Pusat Stusi Keamanan dan Perdamaian (PSKP) UGM di Sekip K-9, Yogyakarta. Karya dikumpulkan dalam bentuk ‘cetak’ ukuran A2 dan soft copy dalam CD (untuk kategori Digital, dengan tetap menyertakan versi cetaknya).

Info lebih lanjut, hubungi : Ema 0856 4369 4144


Peace Generation for Charity

June 19, 2009

Masih dalam rangka ulangtahun komunitas Peace Generation yang ke-7, Peace Generation akan membagikan kado ulang tahun kepada anak-anak jalanan di Jogja. Kado yang akan dibagikan adalah hasil sumbangan para anggota Peace Generation dan orang-orang lain yang ikut pada acara Ulang Tahun Peace Generation (10/6) kemarin.

Acara pembagian kado akan dilaksanakan pada hari Kamis, 25 Juni 2009. Ada 8 titik di Kota Jogja yang akan dikunjungi. Untuk teman-teman yang berminat mengikuti acara ini, dimohon kumpul jam 15.30 WIB di PSKP UGM (Sekip K-9, Jogja) dengan memakai baju PisAd,  baju Peace Generation, atau baju bertema Peace lainnya. Diharapkan juga membawa kendaraan sendiri bagi yang memiliki.


Peace Generation 7th Anniversary

June 8, 2009

Bila boleh diibaratkan dengan perjalanan hidup seorang manusia, usia 7 tahun adalah usia dimana seseorang sedang dalam masa tumbuh kembang, masa dimana dia bersiap memasuki bangku Sekolah Dasar setelah lulus dari Taman Kanak-Kanak. Masa-masa ini pula lah yang sedang dialami oleh komunitas Peace Generation. Masa di mana kita masih harus bekerja keras untuk belajar dan terus belajar.

Dalam rangka memperingati hari lahir komunitas Peace Generation yang ke-7, komunitas Peace Generation akan menyelenggarakan acara tasyakuran, doa bersama, dan temu kangen antar generasi, yang rencananya akan diselenggarakan pada :

  • Hari, tanggal    : Rabu, 10 Juni 2009
  • Waktu                : 16.00 WIB – selesai
  • Tempat              : Restoran “DEN NANY” Jln Tamansiswa No 150 F (Belakang STSRD Visi) Gang di antara UII Hukum dengan STSRD Visi (dulu ADVY) masuk ke barat

Untuk itu kami mengharap kehadiran kakak-kakak, teman-teman, dan adik-adik anggota komunitas Peace Generation, serta segenap pihak yang pernah turut serta membantu kegiatan-kegiatan Peace Generation untuk berkenan hadir dalam acara tersebut.

Keterangan tambahan :

  • Dresscode : Mengandung unsur batik
  • Dimohon membawa kado (bukan makanan), dengan kisaran harga 5-10 ribu rupiah (boleh lebih) yang akan dibagikan kepada anak jalanan di kota Jogja.
  • Apabila ingin berangkat bersama, dimohon kumpul di PSKP UGM sebelum jam 18.00. Kita akan berangkat bersama dari PSKP UGM jam 18.00 WIB

Peace Adventura

May 25, 2009

Peace Adventura merupakan Peace Camp ke 6 yang dilakukan oleh Peace Generation. Acara ini dilaksanakan di Disaster Oasis, Kaliurang, pada tanggal 20-24 Mei 2009.

IMG_0163n

Galeri Foto


Peace Movie Festival

May 7, 2009

Let’s Join us on Peace Movie Festival

Poster Peace Movie Festival

Poster Peace Movie Festival

Sunday, May 10th 2009
at 09.00 a.m till drop
in RK. Fakultas Kedokteran Umum UGM 2nd floor (near auditorium Fak. Kedokteran Umum UGM)

Events:

  • Screnning of Movie Movies by Peace Goos to School (PGS) and International Women Day (IWD)
  • Peace Talkshow “Know About Peace, Know About You” with Peace Generation and Kampoeng Halaman
  • Awarding of Movie for Peace Goos to School (PGS) and International Women Day (IWD) movie competition.
Don’t miss it guys!!
Let’s have fun with us and feel peace to be you ^^
FREE!!!!!!

Peace Camp 2009

April 2, 2009

Special untuk kamu Mahasiswa dan Mahasiswi seluruh Universitas di Jogjakarta angkatan 2008,

Peace Generation dengan bangga mempersembahkan :

Poster Peace Camp 2009

Poster Peace Camp 2009

Apa itu Peace Camp?

Peace Camp merupakan agenda rutin yang dilakukan oleh komunitas Peace Generation. Tema Peace Camp kita kali ini adalah “Dari Aku Untuk Kita”. Di acara Peace Camp ini teman-teman akan diajak untuk belajar bersama mengenai tema-tema perdamaian yang sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Dengan metode kegiatan yang menyenangkan, narasumber yang asyik, fasilitas yang terjamin, tentunya acara ini akan sangat menyenangkan. Kesemuanya dapat teman-teman dapatkan secara gratis. Peace Camp kali ini adalah yang kali ke-6 dilakukan. Untuk mengetahui Peace Camp terdahulu, silakan membuka halaman aktivitas.

Apa itu Peace Generation?

Profil Peace Generation bisa dilihat di tautan halaman berikut, atau bila ingin lebih mengenal Peace Generation, bisa menghubungi contact person Peace Generation.

Apa saja syarat pendaftaran Peace Camp?

  1. Foto bebas ukuran 4 x 6 (2 lembar)
  2. Foto bebas ukuran 4R (1 lembar)
  3. Surat keterangan sehat dari dokter
  4. CV (curriculum vitae) terbaru
  5. Fotocopy KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) yang masih berlaku
  6. Menyerahkan formulir pendaftaran formulir yang dapat didownload di sini atau dapat diperoleh di sekretariat Peace Generation di PSKP (Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian) UGM, Sekip K-9, Jogjakarta
  7. Menyerahkan karya perdamaian (tema tentang perdamaian, bentuk karya bebas : esay, prakarya (produk), puisi, lagu, film, poster,dll).
  8. Persyaratan dan hasil karya perdamaian dikumpulkan di PSKP UGM mulai tanggal 8-17 Mei 2009 pukul 15.00-18.00 WIB.

Di mana lokasi pendaftaran (PSKP UGM) ?

Seluruh persyaratan dikiri ke PSKP (Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian) UGM, di Sekip K-9, Jogjakarta. Tempatnya ada di Jl. Kaliurang, jalan di utara Bank Mandiri & Bank Niaga UGM masuk ke arah barat, PSKP UGM ada di sisi kanan jalan (lihat peta di bawah ini).

Peta PSKP UGM

Peta PSKP UGM

Berapa biaya pendaftarannya?

Disamping menyerahkan seluruh persyaratan di atas, teman-teman tidak perlu membayar biaya apapun dalam kegiatan ini alias gratis.

Bagaimana setelah mendaftar?

Karena keseluruhan rangkaian acara Peace Camp ini bersifat gratis atau tidak berbayar, maka panitia harus membatasi jumlah peserta Peace Camp. Panitia akan menyeleksi seluruh berkas pendaftaran yang masuk. Kreativitas, keunikan, dan semangat teman-teman yang tercermin dalam karya perdamaian dan tulisan teman-teman, menjadi salah satu pertimbangan panitia dalam proses seleksi. Peserta yang lolos seleksi akan diumumkan di website ini pada tanggal 18 Mei 2009.

Bagaimana mendapatkan formulir pendaftarannya?

Formulir dapat didownload di sini atau bisa diambil di PSKP UGM. Formulir ini bisa difotocopy.

Masih belum jelas?

Segera hubungi panitia Peace Camp 2009 di 0856 4369 4144

Note :

Pengumuman Penting. Deadline pendaftaran diundur sampai dengan tanggal 17 Mei 2009. Pengumuman peserta yang lolos seleksi akan dilakukan pada tanggal 18 Mei 2009 yang bisa dilihat di PSKP-UGM. Terima kasih.


Peace Goes to School

March 2, 2009
Movie Screening dan Penjurian akan diadakan pada hari Minggu, 10 Mei 2009, pukul 09.00 WIB di Auditorium 2 Fakultas Kedokteran UGM.
Datang dan saksikan..!!!

Poster PGS

Poster PGS

Kegiatan Peace Goes to School ini terdiri dari beberapa fase, yaitu :

  1. Pendaftaran. Pendaftaran dilaksanakan pada tanggal 1- 18 Maret 2009, di PSKP (Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian) UGM, Sekip K-9 Yogyakarta. Tempatnya ada di Jl. Kaliurang, jalan di utara Bank Mandiri & Bank Niaga UGM masuk ke arah barat, PSKP UGM ada di sisi kanan jalan.  Formulir pendaftaran bisa diunduh atau di-download di sini. Kumpulkan beserta seluruh syarat pendaftaran yang bisa dilihat di bagian bawah halaman ini.
  2. Workshop. Workshop pembuatan film dilaksanakan pada tanggal 22 dan 29 Maret 2009. Workshop dilaksanakan untuk membekali para peserta lomba dalam hal peyempurnaan ide cerita dan teknis pembuatan film. Jadi buat teman-teman yang belum berpengalaman, jangan takut dulu.
  3. Pembuatan Film. Fase pembuatan film dilakukan selama kurang lebih satu bulan, mulai dari setelah workshop film hingga pengumpulan karya. Fase ini sudah termasuk pengambilan gambar dan proses editing.
  4. Pengumpulan Karya. Pengumpulan karya dilakukan pada tanggal 1 Mei 2009.
  5. Festival / Screening Film. Screening karya teman-teman akan dilakukan pada tanggal 10 Mei 2009. Kegiatan ini juga termasuk penjurian, pengumuman pemenang, serta festival film.

Syarat Pendaftaran:

  • Mengumpulkan CV tim (1 tim = 4 orang, terdiri dari script writer, editor, sutradara, cameraman), mengisi formulir pendaftaran, dan membuat cerita dengan tema perdamaian  “Lihat Sekitar Kita”. Tulisan dalam format cerita. Panjang cerita 1 halaman.
  • Karya orisinil, belum pernah dipublikasikan.
  • Peserta merupakan siswa SMA/SMK se DIY, dibuktikan dengan fotocopy kartu pelajar

Kriteria Penilaian:

  • Film berdurasi 5-15 menit
  • Karya orisinil
  • Format film bebas (AV1, Mpeg), dikumpulkan dalam bentuk CD
  • Tidak mengandung unsur SARA
  • Isi film sesuai dan berkaitan dengan tema perdamaian “Lihat Sekitar Kita”
  • Peserta terdiri dari1 tim = 4 orang (terdiri dari script writer, editor, sutradara, cameraman)
  • Peserta merupakan siswa SMA/SMK se DIY, dibuktikan dengan fotocopy kartu pelajar.
  • Keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat

Cara mendapatkan formulir :

Datang langsung ke sekretariat Peace Goes to School di PSKP UGM atau klik di sini untuk download formulir Peace Goes to School.

Masih belum jelas?

Hubungi Contact Person Panitia “Peace Goes to School” : 0856 4369 4144


Aksi Bersih Pantai

January 19, 2009

img_5573

Pada tanggal 18 Januari 2009, Peace Generation melakukan “Aksi Bersih Pantai”. Aksi ini dilakukan di Pantai Parangtritis, salah satu pantai di selatan kota Jogjakarta. Kegiatan ini dilakukan untuk mengawali kegiatan tahun 2009 Peace Generation yang berhubungan dengan lingkungan. Tema besar kegiatan Peace Generation pada tahun 2009 adalah “Berdamai melalui lingkungan, lihat sekitar kita.”

bersih_pantai_2

Pada acara bersih pantai kali ini, para anggota Peace Generation berusaha mengumpulkan sampah plastik yang ada di sepanjang bibir pantai Parangtritis. Walaupun masih sangat banyak sampah yang belum bisa dibersihkan, namun kegiatan ini cukup dapat menarik perhatian para pengunjung pantai Parangtritis. Ada beberapa pengunjung yang merasa tergerak dan kemudian membantu aksi Peace Generation ini. Memang, selain untuk membantu membersihkan pantai secara langsung, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengetuk hati para pengunjung pantai agar mereka ikut menjaga keindahan lingkungan sekitar pantai.


AKSI “1000 PESAN DAMAI UNTUK GAZA”

January 12, 2009

img_5522

Pada tanggal 10 Januari 2009, Peace Generation mengadakan aksi damai untuk menyikapi perang yang sedang terjadi di Gaza. Aksi damai ini mengambil lokasi di sepanjang jalan Malioboro, tepat di jantung kota Jogjakarta. Aksi dilakukan dengan membagikan sticker perdamaian ke orang-orang yang sedang berada di seputaran Malioboro.

img_5523

Selain membagikan sticker perdamaian, Peace Generation juga meminta orang-orang di seputaran Malioboro untuk menuliskan komentarnya tentang peristiwa yang sedang terjadi di Gaza. Hasil tulisan ini telah diserahkan ke Duta Besar Palestina untuk Indonesia ketika beliau berkunjung ke Universitas Gadjah Mada Jogjakarta.


Kampanye Hari Perdamaian Internasional

September 22, 2008

Pada hari Minggu, 21 September 2008, yang bertepatan dengan peringatan Hari Perdamaian Internasional, Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian UGM, Korps Mahasiswa Hubungan Internasional UGM, dan Peace Generation mengadakan Pawai Hari Perdamaian Internasional. Pawai ini mengambil rute di sepanjang jalan Malioboro, dengan start di depan Hotel Garuda dan finish di perempatan Kantor Pos Besar atau di titik 0 (nol) kilometer Jogja.

Di titik nol kilometer ini, kami mengadakan serangkaian kegiatan, diantaranya berbagai pertunjukan musik yang bertema perdamaian, hingga menyapa masyarakat yang sedang berhenti di lampu merah. Berbagai tulisan yang ditampilkan di human poster juga menambah semarak kegiatan yang kali ini bertepatan dengan bulan Ramadhan. Banyak warga yang tersenyum dan merasa terhibur dengan kampanye yang mengajak warga untuk “lebih damai” ini.

Rangkaian acara yang dimulai pukul 15.00 WIB ini ditutup dengan pesta kembang api tepat saat waktu berbuka puasa tiba. Secara umum, kegiatan ini berlangsung sangat baik dan direncanakan akan diadakan lagi pada tahun-tahun mendatang dengan acara yang lebih seru dan lebih menarik.


Pemutaran Film Hari Perdamaian Internasional

September 7, 2008

Untuk menyambut Hari Perdamaian Internasional, 21 September 2008, Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian UGM, Korps Mahasiswa Hubungan Internasional UGM, dan Peace Generation menyelenggarakan serangkaian acara, yang salah satunya adalah Pemutaran Film dari tanggal 8 September sampai 24 September 2008 di Kantor Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian UGM, Sekip K-9 Yogyakarta, mulai jam 14.45, gratis.

Daftar film yang diputar:

8 September 2008: Sixty Six
9 September 2008: War of the Buttons
10 September 2008: Spring, Summer, Autumn, Winter, and Spring
11 September 2008: Vera Drake
12 September 2008: The Sea Inside (tempat pemutaran diumumkan kemudian)
15 September 2008: The Last Supper
16 September 2008: Harold and Maude
17 September 2008: Noise
18 September 2008: Mrs. Ratcliff’s Revolution
19 September 2008: Hair
20 September 2008: Peace One Day
22 September 2008: Edukators
23 September 2008: Where on Earth is Osama Bin Laden
24 September 2008: Into the Wild

Tanggal 21 September 2008 akan diadakan pameran Foto dan Quotes “Orang Jogja Bicara Tentang Perdamaian” di Nol Kilometer (Perempatan Kantor Pos Besar Yogyakarta)


Launching Buku “Pelangi Damai di Sudut Jogja”

August 30, 2008

Pada tanggal 29 Agustus 2008, Peace Generation melaunching buku pertama Peace Generation yang berjudul “Pelangi Damai di Sudut Jogja”. Buku ini mengisahkan perjalanan seorang mahasiswa yang ingin lebih mengenal kota Jogja dari sudut pandang perdamaian. Buku ini merupakan kumpulan dari tulisan para peserta kegiatan Jogja Peace Amazing Race yang telah dilaksanakan pada bulan Januari 2008. Kegiatan launching bertempat di Kafe dJendelo, di lantai 2 Toko Buku Toga Mas, Jalan Affandi/Gejayan, Yogyakarta.

Launching ini menghadirkan Bapak Muhadi Sugiono dan Mami Vin. Saat launching, Mami Vin yang merupakan Manager di LSM Waria KEBAYA banyak menjelaskan tentang budaya solidaritas yang dianut oleh para anak asuhnya. Sedangkan Bapak Muhadi Sugiono yang juga menjabat Kepala di Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian (PSKP) UGM melengkapi pembahasan dengan melihat budaya perdamaian di Jogja dari sudut pandang akademisi.


Sekilas Tentang Buku “Pelangi Damai di Sudut Jogja”

August 30, 2008

“Memotret Perdamaian di Jogja”

Teman, kira-kira apa yang terbersit di kepala kalian ketika mendengar kata Jogjakarta? Gudeg-kah? Malioboro? Kraton? Candi Prambanan? Kota Pelajar? Kota Pendidikan? atau becak mungkin?

Hmm, memang hal itu semua akan sangat mudah terlintas di kepala. Namun bagaimana jika pertanyaan diubah menjadi:

‘Apa yang kamu rasakan ketika mendengar kata Jogjakarta? ‘

Sejenak, pasti tidak hanya otak yang mulai berpikir, namun hatipun ikut berbicara. Bukan bermaksud untuk membatasi pembaca sebagai –pembaca – yang – pernah – berkunjung - ke – Jogja- atau – pembaca – yang – ingin – berkunjung – ke – jogja – tapi – belum – kesampaian, tetapi kami berharap ketika membaca buku ini, pembaca mulai membuka hati dan merasakan bahwa ada sesuatu yang berbeda dari Kota Jogjakarta. Sesuatu yang tidak hanya untuk dilihat, tapi juga untuk dirasakan. Sesuatu yang tidak hanya kasat mata. Sesuatu yang ADA dan ingin tetap ADA.

Senyum warga Jogja yang khas dan tak pernah luntur menjadi salah satu modal utama-nya menjadi kota pariwisata. Tidak hanya menjual tempat, namun Jogja juga menjual keramahannya. Suasana hangat, dekat dan kekeluargaan membuat banyak mahasiswa luar kota betah tinggal di Jogja, sampai–sampai membuat sang orang tua mulai khawatir lalu mengharapkan si anak cepat lulus dan kembali ke kota asal. Padahal, ketika melangkah pergi dari Jogja, pasti ingin segera kembali. Jogjakarta menjadi salah satu kota yang selalu membuat hati rindu akan suasana hangat, nyaman, ramah dan dekat.

Tidak dipungkiri, Jogjakarta merupakan kota kecil yang terdiri atas masyarakat dari berbagai agama dan kepercayaan, budaya, etnis, kebiasaan, adat, dan beraneka ragam perbedaan lainnya. Masyarakat yang datang dari berbagai penjuru daerah tentunya membawa karakter yang berbeda-beda. Namun bagaimana hal itu semua tidak menimbulkan perpecahan tapi justru menjadi ‘modal’ bagi kota kecil ini.

Ada sebuah budaya yang mendukung semua itu, yaitu Budaya Perdamaian. Apa itu budaya perdamaian dan bagaimana budaya perdamaian di Jogja? Melalui buku ini, kami yakin hal itu akan terjawab dan kami berharap hal itu dapat terjaga agar tetap lestari.

Peace Generation sebagai komunitas pemuda yang peduli mengenai perdamaian, tergerak untuk mengamati fenomena ini. Kami ingin memotret Jogjakarta dari ‘sisi lain’, bukan sebagai kota pendidikan, bukan sebagai kota budaya ataupun pariwisata namun sebagai kota yang sarat akan nilai-nilai perdamaian.

Berdasarkan latar belakang tersebut, kemudian dilaksanakanlah sebuah kegiatan oleh Peace Generation yang berlabel ‘JOGJA PEACE AMAZING RACE’ (JPAR). Kegiatan ini terdiri atas 60 peserta mahasiswa dengan beraneka ragam latar belakang unversitas, asal daerah, agama maupun etnis. Kami kemudian mengunjungi 9 titik lokasi di Jogja yang telah ditetapkan, yaitu Vihara Budha Prabha, Pura Jagatnata, Fakultas Kedokteran Umum UGM (mengangkat nilai Multikultur), Padepokan Bagong Kussudiardja, Komunitas Gayam 16, Kraton Jogjakarta (mengangkat nilai Active Non Violence), Yakkum, Komunitas Ebenezer, dan LSM Kebaya (mengangkat nilai Solidaritas).

Kami melakukan sebuah perjalanan untuk belajar tentang nilai-nilai perdamaian yang ada, terutama yang mengandung nilai Multikultur, Solidaritas dan Active Non Violence (ANV). Ketiga nilai tersebut yang menjadi tema besar dalam kegiatan JPAR kali ini.

Setelah mengunjungi kesembilan lokasi, peserta kemudian ikut serta dalam kemah perdamaian (peace camp) selama 4 hari yang masih termasuk dalam rangkaian acara JPAR tersebut. Dalam peace camp tersebut digali lagi mengenai ilmu yang mereka dapat selama perjalanan disertai dengan kegiatan-kegiatan lain yang mendukung pemahaman mereka tentang perdamaian.

Buku ini merupakan kumpulan cerita sahabat-sahabat kita mengenai sebuah perjalanan damai yang mereka lakukan. Mengenai apa yang mereka rasakan, apa yang mereka dapat dan apa yang dapat mereka bagi pada semua teman-teman pembaca. Sebagian cerita dirangkum dalam seorang tokoh bernama AKU sebagai simbolisasi peserta JPAR dan cerita lain ditulis dalam Jurnal Sahabat, yang merupakan curahan hati langsung para peserta dari perjalanan dan selama kegiatan pecae camp yang telah mereka lakukan.

Kami berharap, perjalanan kali ini bukanlah sebuah perjalanan yang terhenti hanya di sembilan tempat itu saja. Masih banyak tempat-tempat lain yang memiliki potensi nilai damai yang belum tereksplore. JPAR kali ini hanya ingin mengawali sebuah perjalanan damai, dan berharap akan ada perjalanan-perjalanan damai selanjutnya, tidak hanya di kota Jogja, namun juga di kotamu, kawan.

-Peace Generation-


Peace Camp #5 – Jogja Peace Amazing Race

January 26, 2008

Jogja Peace Amazing Race

Daftar Peserta dan Panitia JPAR


Active Non Violence

January 19, 2008

Dalam kondisi yang tertekan atau takut ketika mendapati diri terlibat konflik, sangat memungkinkan untuk memacu tindakan yang destruktif. Active non violence (ANV) ditujukan agar setiap orang mampu merespon permasalahan yang dihadapinya tanpa menyakiti pihak lain baik secara fisik maupun emosional. Pun demikian juga bukan berarti lari dari permasalahan. ANV merupakan tindakan proaktif dan kreatif dalam menyelesaikan masalah. Hal ini sangat mungkin dilakukan apabila pihak yang sedang dalam masalah mampu berfikir kreatif dalam menghadapi konflik.

[disarikan dari A Manual on Nonviolence and Children compiled by Stephanie Judson]


Solidaritas

January 19, 2008

Kata “solid” dalam solidaritas, secara etimologis mengandung makna jalinan yang kuat. Jalinan yang kuat dalam komunitas sangat diperlukan dalam menghadapi tekanan atau permasalahan. Solidaritas merupakan sesuatu yang memperkuat anggota dalam komunitas untuk saling mendukung dan memperkuat. Dengan adanya saling dukung dan memperkuat tidak hanya menjadi senjata kolektif dalam menghadapi tekanan, lebih dari itu dipercaya juga mampu mengembangkan potensi individu untuk saling melengkapi dalam komunitas.

[disarikan dari A Manual on Nonviolence and Children compiled by Stephanie Judson]


Multikulturalisme

January 19, 2008

Multikulturalisme adalah konsep yang mencerminkan hubungan antar kelompok[1]. Secara sederhana, ‘hubungan antar kelompok’ perlu dijembatani karena perbedaan yang ada. Perbedaan dapat berupa etnis, ras, agama, suku, hingga kelas sosial.

Dalam perdebatan dan kontroversi kontemporer, multikulturalisme tidak hanya mewakili masalah komunikasi atau kurangnya pemahaman (antar kelompok), namun juga menyangkut kompetisi dan konflik antar kelompok yang berbeda latar belakang tersebut[2]. Pendidikan tentang multikulturalisme dibangun dengan penghormatan, pemahaman dan pembelajaran atas nilai kelompok lain[3].


[1] T.J.La Belle & C.R.Ward, 1994, ‘Multiculturalism and Education Diversity’, State University of New York, New York, p. 90.

[2] Idem (-sda-) .

[3] Citizens Constitutional Forum, 1998, ‘Educating for Multiculturalism’, p.2.


Peserta dan Panitia Jogja Peace Amazing Race

January 19, 2008

Peserta Jogja Peace Amazing Race

Ahmad Royyan

Ahmad Zarkasi

Aji Kurniadi

Angela Bety R.

Anissa Mardi Astuti

Asep Ade Wardhana

Assed Lussak

Barokah

BJ. Sujibto

Budi Tiara Novitasari

Chevianna Ardianingtias

Dana Zakaria Hasibuan

Danang Muharam

Demy Sostenes Ullo

Denis Setyo Ningrum

Devana Syara

Eka Yulianti Wijaya

Eko Setiantoro

Emansyah

Emi Heru Hermanto

Erna

Evi Rehatta

Faisal Dwiyana Purnawarman

Fathulloh

Gladi Rosida

Hety Apriliastuti Nurcahyarini

Ida Yurani Dewinta Sari

Ika Septihandayani

Imam Solihin

Indira Putri Negari

Indra Meditya Mardyanto

Insan Rekso Adiwibowo

Irsan Faizal

Irwan Ferdiansyah

Jemiyansen Ullo

Junaedi Ghazali

Marcella Chandra Wijayanti

Maria Emmanuela Devi Harsanti

Maria Listuhayu Prajna Pratita

Monica Christania Yanuardani

Mutiara Nisa Rozdianda

Nasrullah

Natalia Riza Putri Ayodiya

Niccolo Attar

Nurina Diana Artha

Nuriyani

Onya D. Sriyanti Ely

Rahmat Hidayat HM

Reiny Tita W

Reni Shintasari

Rhea Pramudita

Rifqi Ilmayanto (Totok)

Ririn Novita Sari

Risty Indriyani

Rizki Nur Fauzia (Kiki)

Rizza Maulana

Rosalia Ari Sulistyantari (Oca)

RR Cahya Wulandari

Sarifuddin

Sita Agung Trisnantari

Tantra Gumilar

Tara Putri Ducha Rahmani

Wildan Mahendra R

Willy Suparmanto

Zaki Laili Khusna

Panitia Jogja Peace Amazing Race

Adhi Putranto (ado)

Agus Sama’an

Ajeng Herning Danastri

Anggit Fajarwati

Annisa Gita Srikandini

Astuti Yudhiasari (aidhias)

Avesina Dharma

Ayu Diasti Rahmawati

Bagus Handoko

Defriliona

Desy Riyayati

Dite Bayu Nugroho

Dyah Kusumaning A

Fadhilah Nazif

Franciscus Dondy Yanuprasetyo

M. Solihin Fikri

Marda Agil Nur P

Muhadi Tri

Paramastri (astrid)

Raimundus Rangga Jaga

Randy Wirasta N

Ranggi Seto Pratama

Ratna Dewi Kusumawati

Ratna Dewi Rahmawati

Renaldy Kumoro

Respati Pratiwi W (Tutut)

Sigit Wruhantoro

Sony Ansyori Kusuma

Uke Pitaloka A

Veronica Retno A

Widha Srianto

Wiwien Apriliani

Wiwit Prasetyono


Publikasi Jogja Peace Amazing Race

December 19, 2007


Buka Bersama Anak Jalanan

September 30, 2007

Pada tanggal 30 September 2007, OSIS SMA Negeri 3 Yogyakarta mengadakan buka puasa bersama anak jalanan yang ada di kota Jogja. Pada kesempatan ini, Peace Generation diminta untuk mengisi acara dengan berbagai permainan dan hiburan. Kegiatan ini merupakan satu rangkaian dalam rangka memperingati Hari Perdamaian Internasional yang jatuh pada tanggal 21 September. Rangkaian kegiatan ini juga didukung oleh Pusat Studai Keamanan dan Perdamaian (PSKP) UGM dan Korps Mahasiswa Hubungan Internasional (Komahi) UGM.