Berbagi Kado Ultah Peace Generation

July 14, 2011

Selasa, 12 Juli 2011 adalah hari bagi-bagi kado, berbagi kesenangan bersama untuk anak jalanan (anjal) yang dilakukan oleh komunitas Peace Generation (Pisgen) Yogyakarta. Siang itu sekitar pukul 14. 05 WIB, Pisgeners (Buaya Kecil, Bayi Buaya, Bungkus Buaya, dan Buaya Aggkat) yang berjumlah 9 orang berkumpul di Boulevard UGM untuk membagikan kado-kado ulang tahun Pisgen ke-9 yang dirayakan pada 10 Juni 2011. Kado-kado ultah tersebut telah disepakati agar dibagikan ke anak-anak jalanan di kota Yogyakarta dan sekitarnya. “Kado-kado ini untuk anak jalanan agar kita sama-sama berbagi kebahagiaan dengan anak-anak jalanan,” begitu keyakinan kami bersama.

Siang di musim panas begini memang bukan waktu yang tepat untuk jalan-jalan mengelilingi kota Yogyakarta yang mulai disesaki oleh kendaraan mobil dan motor, dengan polusi udara yang mulai membuncah di kota ini. Laiknya kota-kota besar di Indonesia, panas dan gerah karena tekanan polusi yang terus meningkat adalah hukum wajib yang harus ditanggung oleh penduduk kota, setidaknya dapat dirasakan jika berjalan di siang bolong seperti ini.

Tapi itu bukan masalah bagi kami. Semangat berbagi kepada anak jalanan adalah spirit dan virtue yang mengalahkan semuanya. Apalagi anak jalanan, di negeri ini, selalu menjadi pihak-pihak yang disingkirkan secara sistematis, diciduk dan dibuang tanpa ada perhitungan humanis, tanpa ada rancangan dan respon serius jangka panjang untuk menyelamatkan dan memberdayakan mereka yang telah menjadi pihak kalah dan tersingkirkan. Membuang atau memutihkan anjal dari jalanan, seperti biasa dilakukan oleh pemerintah sejak dahulu, ternyata tidak pernah membuahkan hasil apa-apa seiring kemiskinan dan pengangguran yang semakin meningkat. Terbukti, bersamaan dengan kemiskinan kota yang semakin menganga, dari hari ke hari mereka terus bermunculan dan menyandang predikat sebagai “anak jalanan”.

Di tengah terik matahari, kami masih sempat berdiskusi tentang bagaimana cara membagikan kado, juga titik-titik lokasi yang biasa dimangkali para anjal. Karena bentuk dan ukuran kado yang berbeda—kecil dan besar–kami mengantisipasi takut anjal memilah-milih kado yang akan kami berikan.

“Gimana kalau kita pakai games ‘bagi-bagi kado’ biar mereka tertib? Atau pake ‘hom-pim-pah’ aja…..”

“Mereka cari  duit eh, bukan mau nge-games!” Obrolan kami dibumbui tawa bersama, lalu selesai begitu saja tanpa ada keputusan soal cara bagi kado. Ya sudah, kami berangkat bersama-sama mengendarai motor.

di perempatan MM UGM

Titik perama adalah perempatan MM UGM. Kami menemui 3 anak jalanan yang sedang berjualan koran dan mengamen. Di tengah kelebat asap hitam dari knalpot kenadaraan, air muka anak-anak itu tetap tegar, menebar senyum dan ucapan terima kasih kepada kami, meski dengan suara pelan dan tertahan. Mereka menanyakan apa isi kado yang tengah mereka rangkul erat di dada mereka. Kami yang sama-sama tidak tahu isinya tersenyum dan tetap meyakinkan bahwa kado-kado tersebut akan sangat bermanfaat bagi mereka karena memang sudah disiapkan sebagai hadiah yang dibutuhkan untuk anak jalanan. Jadi, gundukan kado yang terbungkus dari plastik, koran, dan kertas kado tersebut sudah menjadi porsi dan hadiah yang special buat mereka.

musik dan spirit dari persimpangan jalan (Mirota Kampus)

Kami meneruskan perjalanan ke perempatan-perempatan lampu merah yang biasa jadi tempat kerja para anjal. Ketika melewati perempatan Mirota Kampus, kami melihat sekitar lima anak dan remaja sekitar usia belasan tahun dengan alat-alat musik menggantung di tubuhnya. Kami memutuskan berhenti dan memarkir motor, dan membagikan kado-kado kepada mereka. Wajah sumbringah, girang, dan senang terlihat dari wajah mereka sembari menerima kado satu per satu. Tiba-tiba ada seorang anak yang lari memanggil temannya yang lagi tidur di balik tembok tepi jalan raya agar mereka sama-sama mendapatkan kado dari kami. Seorang anak di usia sekitar 8 tahun menghampiri kami dengan wajah kusut penuh kantuk, memasuki lingkaran kecil antara Pisgeners dan teman-teman anak jalanan. Lalu tanpa diminta, mereka mempersembahkan sebuah tembang lagu hasil gubahan mereka untuk kami. Birama mengalun tenang di tengah bising lorong di siang menjelang sore. Mereka mengakhiri lagu itu dan kami saling melambai tangan.

mereka membaca dan menjual koran

Perempatan Gramedia adalah salah satu titik yang sudah kami rencanakan. Seorang bocah perempuan, usai sekitar 8 tahun sedang duduk di tengah terik, menghadap ke jalan ramai dengan merangkul tumpukan koran di pangkuannya. Dari jauh anak ini tak terlihat atraktif dan mobile dengan mengitarkan koran kepada pengguna jalan. Ia hanya duduk, seperti menghayati sesuatu di pangkuannya. Benar. Ketika mendekat, kami jadi paham, ia sedang membaca koran di bawah lampu merah itu. Kami datang dengan sebungkus kado yang sudah siap, sebuah buku bacaan. Ia tersenyum lebar, menyunggingkan wajah manis di balik balutan keringat yang menjalar di sekujur rambutnya yang sebahu.

membaca di tengah bising jalanan

Hey little girl, keep on gearing by reading that book much and the experiences you face all days. Todays you are here, but tomorrow will speak different.

Kado-kado sudah dibagikan satu per satu untuk mereka, dan kami pun beranjak pergi. Namun semburat senyum yang tersurat pada wajah polosnya yang keras melawan matahari masih terasa melambai hingga kami benar-benar jarak pandang kami jauh, dan sosok mereka seperti ditelan deru mobil dan motor yang lalulalang.

Kado yang kami bawa belum habis semua karena hari itu anak-anak jalanan cukup sepi, dan bersih dari para gimbel, khususnya di area Malioboro. Kami tidak mengerti kenapa. Yang jelas, hari itu aktivitas bagi-bagi kado bersamaan dengan hari kunjungan Bapak Presiden SB ke Yogyakarta, 2 jam sebelumnya. Terima kash Tuhan untuk hari kami  berbagi.


Peace Generation’s Anniversary

July 2, 2011

semangat perdamaian untuk semua!

Ulang tahun Peace Generation (Pisgen) kali, tepatnya 10 Juni 2011, tentu akan sangat seru. Karena satu minggu sebelumnya, tanggal 1-5 Juni 2011, Pisgen baru selesai membikin acara Peace Camp Bee Yourself, suatu acara penting bagi regenerasi dan pengenalan nilai-nilai perdamaian kepada semua peserta. Hanya selang lima hari, kawan-kawan “buaya baru” akan bertemu lagi. Manis-pahit, suka-duka, dan sunyi-gempita persahabatan yang terjalin erat-rekat meski hanya lima hari, akan tersemai melalui pertemuan di ultah ke-9 Pisgen.

Blackstone adalah tempat ngopi yang murah meriah, dan bahkan seperti kantor bagi teman Pisgen saat rapat mempersiapkan Peace Camp 2011. Jadi tidak salah tempat yang sembunyi dan rada “nyeni” ini menjadi tempat perayaan ultah Pisgen kali ini. Saat kami sampai di Blackstone tempat diadakannya acara ultah, saya sudah melihat beberapa teman yang datang. Tapi, kami yakin, seperti sudah mengakar dan mengurat-daging, acara akan molor. Ternyata beneran!

Acara dimulai kira-kira jam 20.30 WIB. Muka-muka ceria dengan penuh warna-warni (colorful) sudah berdatangan. Dress code kali ini memang warna-warni, seperti meniscayakan identitas kita sebagai bangsa. Kami bertemu dan saling bersapa akrab satu sama lain. Sisa kehangatan persahabatan yang sudah terjalin tetap begitu kuat.

Waktu acara berlangsung, Deny (sang buaya baru) dari Jakarta juga ikut merayakan ulang tahun dengan video call. Demi Pisgen yang ulang tahun, dia rela tidak belajar. Deny adalah salah satu peserta Peace Camp Bee Yourself yang dari luar Jogja. Luar biasa Deny, terima kasih sudah menjadi bagian keluarga kami Peace Generation!

Di ultah Pisgen kali ini ada sedikit perbedaan dengan ulang tahun tahun lalu. Ternyata kami harus kehilangan satu teman, Saudara Wildan, ketua acara Peace Camp VII Bee Yourself, yang harus pergi ke Sukabumi untuk melanjutkan kuliah di sana. Tiba-tiba datang si “Bawang Bombay” di sela-sela tatapan dan sorot mata kami yang memandang penuh kehangatan, ke sosok kawan kami yang telah bersama di Pisgen selama 2 tahun. Selamat jalan Wildan, tetap semangat dan taburlah benih-benih perdamaian dimana pun kamu berada!

kebersamaan yang saling menguatkan

Terlihat raut muka kebahagiaan dari semua buaya (Buaya Muda, Buaya Kecil, Bayi Buaya, Bungkus Buaya, dan juga Buaya Angkat), sebutan untuk generasi di Pisgen, kami juga bernyanyi bersama. Baskoro membacakan sebuah puisi yang benar-benar membuat kami semua terharu, ditambah lagi Deny yang ada di Jakarta tetap bisa merasakan apa yang kami rasakan dan menyumbangkan sebuah lagu untuk kami semua, saat itu saya benar-benar merasa jarak bukan masalah.

Dirgahayu Peace Generation, mari ciptakan karya-karya kita untuk perdamaian, semai nilai-nilai perdamain bersama kita, dimana pun! (dje)


Daftar Peserta Lolos Seleksi Peace Camp Bee Yourself

May 24, 2011

Terima kasih kapada teman-teman yang sudah mengirimkan formulir untuk kegiatan Peace Camp VII Bee Yourself. Kami sungguh sangat senang atas semangat dan keikutsertaan teman-teman semua. Peace Generation menerima kiriman formulir berjumlah 80 baik dari Yogyakarta maupun dari luar. Dengan sangat alot kami harus menyeleksi peserta menjadi batas kouta maksimal 40 orang yang dinyatakan lolos.

 

A. Peserta lolos seleksi:

Alam Surya Anggara

Amalia Ayuningtyas

Annissa Sintawati

Ayudha Ghora Dhira

Chris John Billardi

Cut Intan Aulianisa Isma

Defri Nor Arif

Deny Setiyadi

Dessy Arinda

Dini Arfiani

Dito Sunjaya

Dorkas Alfianne Jisa

Dyara R. Anggita

Eny Susilowati

Khaerul Fauzi

Kharizha Krishnandya

Khoirul Anwar

Linda Joannita Sitoresmi

Made Adi Suadnyana

Masyhur

Muh Andi Nasrullah

Muhammad Izzuddin Kurnia Adi

Muhammad Tibyan

Ni Putu Dewi

Novie Kusmiati Sa’diyah

Novita Anggraeni

Putri Wahyu Utami

Rizqi Fardani Sulton

Rudi

Sardjoko

Sari Handayani

Stanley Risaranti

Tri Kusuma Aji Wibowo

Yenni Eka Yuanita

Yudith Ofirisa Utami

Zita Wahyu Larasati

B. Peserta waiting lists:

A. Rusliyanto

Afifah Ramadinda Kiswaya

Andrian S Nugroho

Imam Rofi’e

Moh. Rikza

Ringga Arif Widi Harto

Rosemerry Fatmawati

Notes:

  1. Technical Meeting (TM) pada hari Sabtu, 28 Mei 2011 pukul 13. 00 WIB di Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian (PSKP) UGM.
  2. Peserta dari Yogyakarta harus konfirmasi kehadiran TM pada tanggal 26 Mei 2011 sebelum pukul 19. 00 WIB via SMS dengan format: Nama Lengkap/Hadir TM.
  3. Mengingat banyak teman yang ingin bergabung dalam Peace Camp Bee Yourself, maka jika ada peserta yang tidak konfirmasi, posisinya akan diserahkan kepada pendaftar (applicant) lain seperti dalam daftar tunggu.
  4. Panitia menyediakan surat izin kuliah yang akan dibagikan waktu TM. Bagi yang butuh silahkan hubungi HP Pisgen (085729027163).

Terima kasih

Salam Damai

Peace Generation


PETA PSKP

May 21, 2011

Temen-temen, yang ingin wawancara..
langsung aja ketempat PSKP yah.. ini petanya
see you there, guys..!! ;)


Peace Camp 2011

April 30, 2011

Kami datang kembali untuk kamu Pemuda dan Mahasiswa di Yogyakarta

Peace Generation dengan bangga mempersembahkan :

Poster Peace Camp 2011

Poster Peace Camp 2011

Apa itu Peace Camp?

Peace Camp merupakan agenda rutin yang dilakukan oleh komunitas Peace Generation. Tema Peace Camp kita kali ini adalah “Berdamai dengan Caramu”. Pada acara Peace Camp ini teman-teman akan diajak untuk belajar bersama mengenai tema-tema perdamaian yang sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Dengan metode kegiatan yang menyenangkan, narasumber yang asyik, fasilitas yang terjamin, tentunya acara ini akan sangat menyenangkan. Kesemuanya dapat teman-teman dapatkan secara gratis. Peace Camp kali ini adalah yang kali ke-7 dilakukan. Untuk mengetahui Peace Camp terdahulu, silakan membuka halaman aktivitas.

Apa itu Peace Generation?

Profil Peace Generation bisa dilihat di tautan halaman berikut, atau bila ingin lebih mengenal Peace Generation, bisa menghubungi contact person Peace Generation.

Bagaimana cara mendaftar?

1. Download formulir Peace Camp 2011 di sini

2. Isi formulir Peace Camp dengan lengkap

3. Kirimkan formulir tersebut ke: peacegeneration.jogja@gmail.com; cc: eka.yulianti2009@gmail.com dengan subject: Peace Camp VII (Nama Lengkap)

4. Panitia akan membalas emailmu sebagai tanda kami sudah menerimanya

5. Selanjutnya kamu tinggal tunggu informasi dari panitia

6. Jika formulirmu lolos seleksi, kami akan menghubungimu untuk membawa karya perdamaian (bebas! bisa film, lagu, lukisan, foto, poster, essay, handcarf, dll.) dan foto close up terbaru yang paling keren.

Apa syarat peserta?

Pemuda usia 17-20 tahun/mahasiswa angkatan 2009 dan 2010

Membuat karya terbaik tentang perdamaian (bebas! bisa film, lagu, lukisan, foto, poster, essay, handcraft, dll.)

Berapa biaya pendaftarannya?

Teman-teman tidak perlu membayar biaya apapun dalam kegiatan ini alias gratis 100%.

Bagaimana setelah mendaftar?

Karena keseluruhan rangkaian acara Peace Camp ini bersifat gratis atau tidak berbayar, maka panitia harus membatasi jumlah peserta Peace Camp. Panitia akan menyeleksi seluruh berkas pendaftaran yang masuk. Kreativitas, keunikan, dan semangat teman-teman yang tercermin dalam formulir pendaftaran dan karya perdamaian menjadi salah satu pertimbangan panitia dalam proses seleksi. Peserta yang lolos seleksi akan diumumkan di website ini pada tanggal 21 Mei 2011.

Bagaimana mendapatkan formulir pendaftarannya?

Formulir dapat didownload di sini (silahkan klik)

Masih belum jelas?

Segera hubungi panitia Peace Camp 2011, Eka: 081 7050 5687, Bella: 0857 3966 2404, Wildan: 0857 2902 7163.

Kapan terakhir pendaftaran?

Tanggal 20 Mei 2011


TOT I Menuju Peace Camp 2011

April 30, 2011

Peace Generation Yogyakarta kembali merencanakan kegiatan Peace Camp VII dengan sangat serius dan matang. Kegiatan ngobrol, sharing, curhat, dan meeting di berbagai tempat ngopi sudah berjalan sejak satu bulan silam. Untuk menyaring dan merumuskan ide-ide liar, konsep yang tumpah-ruah, dan teknis yang menggebu-gebu, diperlukan suatu pertemuan hangat, akrab dan bersahaja di antara internal anggota Pisgen Jogja sendiri.

Pertemuan yang menggundang sebanyak mungkin para Buaya Pisgen, terutama Buaya Kecil dan Bayi Buaya sebagai pengumpulan amunisi dan tenaga untuk kegiatan Peace Camp 2011, PIC Pisgen melakukan kegiatan Training of Trainers (TOT) pertama di Sekip C1 di Perumahan Dosen Kedokteran Hewan, Sabtu-Minggu 16-17 April 2011. TOT pertama, yang dikoordinatori oleh BJ. Sujibto ini, mengumpulkan 20 para buaya Pisgen, dari Buaya Kecil, Bayi Buaya dan Juga Buaya Tua. Kegiatan TOT telah menjadi tradisi turun-temurun bagi anggota Pisgen Jogja sebelum melaksanakan kegiatan besar seperti Peace Camp yang notabene melibatkan banyak peserta baru untuk pemuda di Yogyakarta.

Tujuan kegiatan TOT 1 kali ini adalah untuk mengumpulkan amunisi dan tenaga menuju Peace Camp VII, pengenalan tentang teknik menjadi fasilitator, role play untuk Peace Camp, games, dan rekometmen kepanitiaan untuk kegitaan Peace Camp.

Pengenalan tentang teknik fasilitasi disampaikan oleh Buaya Tua Pisgen yaitu Mbak Titik Firawati dari Pusat Studi Keamanan dan Peradamaian (PSKP) UGM. Di depan para Buaya Kecil dan Bayi Buaya, sebagai generasi kelima dan keenam di Pisgen, Mbak Titik begitu semangat dalam berbagi tentang teknik-teknik memfasilitasi. Dia sharing banyak hal tentang pengalamannya dalam memfasilitasi di berbagai kesempatan dan forum, mulai di daerah Jawa sendiri sampai di Nusa Tenggara Barat sana. Materi dari Mbak Titik sangat membantu dalam mempersiapkan mental dan pengalaman para buaya dalam menghadapi Peace Camp 2011 besok. Mbak Titik mengajak teman-teman Pisgen agar melihat teknik-teknik dasar melakukan fasilitasi.

Selama proses TOT 1, kehangatan tim dan kerja sama mulai terjalin. Obrolan, hearing dan sharing adalah cerikhas Pisgen yang paling khas; mereka saling berbagi dan menderngarkan, curhat untuk kebersamaan dalam sebuah tim. Setiap anggota yang datang di sana kembali merasakan kebersamaan selama satu hari satu malam. Karena setelah TOT 1, panitia Peace Camp harus berjibaku lagi dengan persiapan-persiapan yang memakan waktu dan tenaga yang tidak sedikit, butuh pengorbanan dan kebesaran hati untuk bisa bergabung di tengah komunitas yang cair, non profit, dengan nilai-nilai luhur tentang perdamaian yang dibawa. Viva Pisgener….

Rundown untuk acara TOT 1 adalah berikut:

Sabtu, 16 April 2011

14.00

-

15.00

Peserta datang, ngobrol, ice breaking

BJ

15.00

-

15.30

Slideshow Peace Generation

Ema

15.30

-

16.00

Role Play Fasilitasi

Rizza, BJ, Wulan

16.00

-

16.30

Evaluasi Role Play

Eka,

BJ, RIzza

16.30

-

18.00

Pengenalan Teknik-Teknik Fasilitas

Mbak Titik, Ema

18.00

-

19.00

Ishoma

19.00

-

19.10

Persiapan Role Play Game Duplicate

Eka, Riza

19.10

19.50

Game Duplicate

Eka, Riza

19.50

-

20.30

Pengendapan & Sharing

Eka, Riza

20.30

-

21.30

Game Team Work

BJ

21.30

-

Nonton FILM:                                                                       How to Train Your Dragon

Ema

Minggu, 17 April 2011

06.30

-

08.00

Senam, Mandi, Makan

Babuy

08.00

-

09.30

Share Perkembangan Peace Camp, Membuat Proposal & Anggaran

Ema & BJ

09.30

-

09.45

Jeda, games

Babuy

09.45

-

10.30

…lanjut…

Ema & BJ

10.30

-

10.45

jeda, games

Babuy

10.45

-

12.00

Share Hasil Proposal & Anggaran

Ema & BJ

12.00

-

Bersih-bersih dan Sayonara


Kunjungan ke Kebaya

April 30, 2011

saring dan diskusi

Yogyakarta, 30 Oktober 2010, sebagai serangkaian kegiatan untuk menjalin mitra dan partner dengan komunitas lain, Peace Generation kali ini mengunjungi komunitas KEBAYA (Keluarga Besar Waria Yogyakarta), sebuah komunitas waria yang concern dengan isu-isu seputar waria. Kegiatan ini dikoordinatori oleh Muhammad Said al Hadi (Memet) dari Bayi Buaya. Dari pertemuan satu-dua kali untuk membicarakan kunjungan, dan selebihnya melalui SMS dan media sosial, kegiatan ini berjalan sesuai dengan harapan. Proses pembelajaran bersama dengan objeknya secara langsung, bertemu-bermain dan mengobrol bersama Waria, adalah tujuan dalam kegiatan ini. Teman-teman Pisgen belajar merasakan bagaimana rasanya menjadi menoritas seperti mereka itu, terutama di tengah tekanan dan diskriminasi publik luas. Dari situ proses kepekaan diri dan empati menamkan nilai-nilai kemanusiaan yang harmonis di tengah keberagaman identitas.

belajar dandan

Komunitas yang digawangi oleh Vinolia Wakidjo (Mami Vin) ini sudah membuktikan diri sebagai sebagai sebuah kekuatan kelompok marjinal yang tetap eksis di tengah pandangan miring oleh masyarakat luas. Komunitas ini mempunyai slogan: 1) Membantu dan Membangun Waria untuk Waria oleh Waria; dan 2) Bergerak dalam Bidang Pencegahan dan Penanggulangan HIV dan AIDS.

Bulan Oktober 2010 memang bukanah saat yang  ramah di wilayah Jogja. Saat itu, debu vulkanik Merapi dalam tahap awal memuntahkan debu-debu ke santero kota Jogja. Di tengah kondisi seperti itu, Peace Generation berjibaku menuju sebuah rumah mungil di tengah jantung kota Jogja. Anggota Pisgen berjumlah sekitar 15 orang dan menerobos keterbatasan pandangan mata di tengah jalanan Jogja yang masih berdebu.

Sesampainya di Rumah KEBAYA, Pisgen disambut dengan sangat hangat, akrab dan bersahaja. Sebagian testimoni dari teman-teman Pisgen yang masih baru berhadapan langsung dengan komunitas Waria masih kurang akrab dan agak kikuk. Tapi rasa itu hilang setelah teman-teman Pisgen mulai melebur dan cair dalam obrolan bersama KEBAYA.

foto bareng

Pisgen disambut dengan presentasi dan sharing mengenai KEBAYA. Setelah itu, kita ngobrol dan diskusi tentang dunia Waria dan KEBAYA secara komprehensif seperti tentang tanggapan masyarakat Jogja sejauh ini, dan juga pengalaman-pengalaman unik di balik dunai Waria. Sebagai pemungkas acara kunjungan ini, antara Pisgen dan KEBAYA saling mendandani. Teman-teman Pisgen yang diwakili Risty dan kawan-kawan mendandani seorang teman dari Waria.


Lomba Poster ‘Human Rights Week’

August 24, 2009

poster lomba poster "Human Rights Week"

Dalam rangka ‘Pekan Hak Asasi Manusia’, Peace Generation bekerjasama dengan Komite Aksi Solidaritas Untuk Munir (KASUM) dan Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian (PSKP) UGM, akan mengadakan serangkaian acara. Salah satu agenda acara adalah Lomba Poster untuk siswa SMA/sederajat di Yogyakarta dengan tema “Penegakan HAM Indonesia di Mataku.”

Lomba ini dibagi menjadi 2 kategori, yaitu Poster Manua (digambar langsung dengan tangan), dan Poster Digital (digambar dengan bantuan komputer). Poster yang diajukan harus karya orisinil dan belum pernah diikiusertakan dalam lomba.

Karya dapat dikumpulkan langsung ke Panitia di Sekretariat Panitia ‘Pekan Hak Asasi manusia’ di Pusat Stusi Keamanan dan Perdamaian (PSKP) UGM di Sekip K-9, Yogyakarta. Karya dikumpulkan dalam bentuk ‘cetak’ ukuran A2 dan soft copy dalam CD (untuk kategori Digital, dengan tetap menyertakan versi cetaknya).

Info lebih lanjut, hubungi : Ema 0856 4369 4144


Peace Generation for Charity

June 19, 2009

Masih dalam rangka ulangtahun komunitas Peace Generation yang ke-7, Peace Generation akan membagikan kado ulang tahun kepada anak-anak jalanan di Jogja. Kado yang akan dibagikan adalah hasil sumbangan para anggota Peace Generation dan orang-orang lain yang ikut pada acara Ulang Tahun Peace Generation (10/6) kemarin.

Acara pembagian kado akan dilaksanakan pada hari Kamis, 25 Juni 2009. Ada 8 titik di Kota Jogja yang akan dikunjungi. Untuk teman-teman yang berminat mengikuti acara ini, dimohon kumpul jam 15.30 WIB di PSKP UGM (Sekip K-9, Jogja) dengan memakai baju PisAd,  baju Peace Generation, atau baju bertema Peace lainnya. Diharapkan juga membawa kendaraan sendiri bagi yang memiliki.


Peace Generation 7th Anniversary

June 8, 2009

Bila boleh diibaratkan dengan perjalanan hidup seorang manusia, usia 7 tahun adalah usia dimana seseorang sedang dalam masa tumbuh kembang, masa dimana dia bersiap memasuki bangku Sekolah Dasar setelah lulus dari Taman Kanak-Kanak. Masa-masa ini pula lah yang sedang dialami oleh komunitas Peace Generation. Masa di mana kita masih harus bekerja keras untuk belajar dan terus belajar.

Dalam rangka memperingati hari lahir komunitas Peace Generation yang ke-7, komunitas Peace Generation akan menyelenggarakan acara tasyakuran, doa bersama, dan temu kangen antar generasi, yang rencananya akan diselenggarakan pada :

  • Hari, tanggal    : Rabu, 10 Juni 2009
  • Waktu                : 16.00 WIB – selesai
  • Tempat              : Restoran “DEN NANY” Jln Tamansiswa No 150 F (Belakang STSRD Visi) Gang di antara UII Hukum dengan STSRD Visi (dulu ADVY) masuk ke barat

Untuk itu kami mengharap kehadiran kakak-kakak, teman-teman, dan adik-adik anggota komunitas Peace Generation, serta segenap pihak yang pernah turut serta membantu kegiatan-kegiatan Peace Generation untuk berkenan hadir dalam acara tersebut.

Keterangan tambahan :

  • Dresscode : Mengandung unsur batik
  • Dimohon membawa kado (bukan makanan), dengan kisaran harga 5-10 ribu rupiah (boleh lebih) yang akan dibagikan kepada anak jalanan di kota Jogja.
  • Apabila ingin berangkat bersama, dimohon kumpul di PSKP UGM sebelum jam 18.00. Kita akan berangkat bersama dari PSKP UGM jam 18.00 WIB

Peace Adventura

May 25, 2009

Peace Adventura merupakan Peace Camp ke 6 yang dilakukan oleh Peace Generation. Acara ini dilaksanakan di Disaster Oasis, Kaliurang, pada tanggal 20-24 Mei 2009.

IMG_0163n

Galeri Foto


Peace Movie Festival

May 7, 2009

Let’s Join us on Peace Movie Festival

Poster Peace Movie Festival

Poster Peace Movie Festival

Sunday, May 10th 2009
at 09.00 a.m till drop
in RK. Fakultas Kedokteran Umum UGM 2nd floor (near auditorium Fak. Kedokteran Umum UGM)

Events:

  • Screnning of Movie Movies by Peace Goos to School (PGS) and International Women Day (IWD)
  • Peace Talkshow “Know About Peace, Know About You” with Peace Generation and Kampoeng Halaman
  • Awarding of Movie for Peace Goos to School (PGS) and International Women Day (IWD) movie competition.
Don’t miss it guys!!
Let’s have fun with us and feel peace to be you ^^
FREE!!!!!!

Peace Camp 2009

April 2, 2009

Special untuk kamu Mahasiswa dan Mahasiswi seluruh Universitas di Jogjakarta angkatan 2008,

Peace Generation dengan bangga mempersembahkan :

Poster Peace Camp 2009

Poster Peace Camp 2009

Apa itu Peace Camp?

Peace Camp merupakan agenda rutin yang dilakukan oleh komunitas Peace Generation. Tema Peace Camp kita kali ini adalah “Dari Aku Untuk Kita”. Di acara Peace Camp ini teman-teman akan diajak untuk belajar bersama mengenai tema-tema perdamaian yang sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Dengan metode kegiatan yang menyenangkan, narasumber yang asyik, fasilitas yang terjamin, tentunya acara ini akan sangat menyenangkan. Kesemuanya dapat teman-teman dapatkan secara gratis. Peace Camp kali ini adalah yang kali ke-6 dilakukan. Untuk mengetahui Peace Camp terdahulu, silakan membuka halaman aktivitas.

Apa itu Peace Generation?

Profil Peace Generation bisa dilihat di tautan halaman berikut, atau bila ingin lebih mengenal Peace Generation, bisa menghubungi contact person Peace Generation.

Apa saja syarat pendaftaran Peace Camp?

  1. Foto bebas ukuran 4 x 6 (2 lembar)
  2. Foto bebas ukuran 4R (1 lembar)
  3. Surat keterangan sehat dari dokter
  4. CV (curriculum vitae) terbaru
  5. Fotocopy KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) yang masih berlaku
  6. Menyerahkan formulir pendaftaran formulir yang dapat didownload di sini atau dapat diperoleh di sekretariat Peace Generation di PSKP (Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian) UGM, Sekip K-9, Jogjakarta
  7. Menyerahkan karya perdamaian (tema tentang perdamaian, bentuk karya bebas : esay, prakarya (produk), puisi, lagu, film, poster,dll).
  8. Persyaratan dan hasil karya perdamaian dikumpulkan di PSKP UGM mulai tanggal 8-17 Mei 2009 pukul 15.00-18.00 WIB.

Di mana lokasi pendaftaran (PSKP UGM) ?

Seluruh persyaratan dikiri ke PSKP (Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian) UGM, di Sekip K-9, Jogjakarta. Tempatnya ada di Jl. Kaliurang, jalan di utara Bank Mandiri & Bank Niaga UGM masuk ke arah barat, PSKP UGM ada di sisi kanan jalan (lihat peta di bawah ini).

Peta PSKP UGM

Peta PSKP UGM

Berapa biaya pendaftarannya?

Disamping menyerahkan seluruh persyaratan di atas, teman-teman tidak perlu membayar biaya apapun dalam kegiatan ini alias gratis.

Bagaimana setelah mendaftar?

Karena keseluruhan rangkaian acara Peace Camp ini bersifat gratis atau tidak berbayar, maka panitia harus membatasi jumlah peserta Peace Camp. Panitia akan menyeleksi seluruh berkas pendaftaran yang masuk. Kreativitas, keunikan, dan semangat teman-teman yang tercermin dalam karya perdamaian dan tulisan teman-teman, menjadi salah satu pertimbangan panitia dalam proses seleksi. Peserta yang lolos seleksi akan diumumkan di website ini pada tanggal 18 Mei 2009.

Bagaimana mendapatkan formulir pendaftarannya?

Formulir dapat didownload di sini atau bisa diambil di PSKP UGM. Formulir ini bisa difotocopy.

Masih belum jelas?

Segera hubungi panitia Peace Camp 2009 di 0856 4369 4144

Note :

Pengumuman Penting. Deadline pendaftaran diundur sampai dengan tanggal 17 Mei 2009. Pengumuman peserta yang lolos seleksi akan dilakukan pada tanggal 18 Mei 2009 yang bisa dilihat di PSKP-UGM. Terima kasih.


Peace Goes to School

March 2, 2009
Movie Screening dan Penjurian akan diadakan pada hari Minggu, 10 Mei 2009, pukul 09.00 WIB di Auditorium 2 Fakultas Kedokteran UGM.
Datang dan saksikan..!!!

Poster PGS

Poster PGS

Kegiatan Peace Goes to School ini terdiri dari beberapa fase, yaitu :

  1. Pendaftaran. Pendaftaran dilaksanakan pada tanggal 1- 18 Maret 2009, di PSKP (Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian) UGM, Sekip K-9 Yogyakarta. Tempatnya ada di Jl. Kaliurang, jalan di utara Bank Mandiri & Bank Niaga UGM masuk ke arah barat, PSKP UGM ada di sisi kanan jalan.  Formulir pendaftaran bisa diunduh atau di-download di sini. Kumpulkan beserta seluruh syarat pendaftaran yang bisa dilihat di bagian bawah halaman ini.
  2. Workshop. Workshop pembuatan film dilaksanakan pada tanggal 22 dan 29 Maret 2009. Workshop dilaksanakan untuk membekali para peserta lomba dalam hal peyempurnaan ide cerita dan teknis pembuatan film. Jadi buat teman-teman yang belum berpengalaman, jangan takut dulu.
  3. Pembuatan Film. Fase pembuatan film dilakukan selama kurang lebih satu bulan, mulai dari setelah workshop film hingga pengumpulan karya. Fase ini sudah termasuk pengambilan gambar dan proses editing.
  4. Pengumpulan Karya. Pengumpulan karya dilakukan pada tanggal 1 Mei 2009.
  5. Festival / Screening Film. Screening karya teman-teman akan dilakukan pada tanggal 10 Mei 2009. Kegiatan ini juga termasuk penjurian, pengumuman pemenang, serta festival film.

Syarat Pendaftaran:

  • Mengumpulkan CV tim (1 tim = 4 orang, terdiri dari script writer, editor, sutradara, cameraman), mengisi formulir pendaftaran, dan membuat cerita dengan tema perdamaian  “Lihat Sekitar Kita”. Tulisan dalam format cerita. Panjang cerita 1 halaman.
  • Karya orisinil, belum pernah dipublikasikan.
  • Peserta merupakan siswa SMA/SMK se DIY, dibuktikan dengan fotocopy kartu pelajar

Kriteria Penilaian:

  • Film berdurasi 5-15 menit
  • Karya orisinil
  • Format film bebas (AV1, Mpeg), dikumpulkan dalam bentuk CD
  • Tidak mengandung unsur SARA
  • Isi film sesuai dan berkaitan dengan tema perdamaian “Lihat Sekitar Kita”
  • Peserta terdiri dari1 tim = 4 orang (terdiri dari script writer, editor, sutradara, cameraman)
  • Peserta merupakan siswa SMA/SMK se DIY, dibuktikan dengan fotocopy kartu pelajar.
  • Keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat

Cara mendapatkan formulir :

Datang langsung ke sekretariat Peace Goes to School di PSKP UGM atau klik di sini untuk download formulir Peace Goes to School.

Masih belum jelas?

Hubungi Contact Person Panitia “Peace Goes to School” : 0856 4369 4144


Aksi Bersih Pantai

January 19, 2009

img_5573

Pada tanggal 18 Januari 2009, Peace Generation melakukan “Aksi Bersih Pantai”. Aksi ini dilakukan di Pantai Parangtritis, salah satu pantai di selatan kota Jogjakarta. Kegiatan ini dilakukan untuk mengawali kegiatan tahun 2009 Peace Generation yang berhubungan dengan lingkungan. Tema besar kegiatan Peace Generation pada tahun 2009 adalah “Berdamai melalui lingkungan, lihat sekitar kita.”

bersih_pantai_2

Pada acara bersih pantai kali ini, para anggota Peace Generation berusaha mengumpulkan sampah plastik yang ada di sepanjang bibir pantai Parangtritis. Walaupun masih sangat banyak sampah yang belum bisa dibersihkan, namun kegiatan ini cukup dapat menarik perhatian para pengunjung pantai Parangtritis. Ada beberapa pengunjung yang merasa tergerak dan kemudian membantu aksi Peace Generation ini. Memang, selain untuk membantu membersihkan pantai secara langsung, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengetuk hati para pengunjung pantai agar mereka ikut menjaga keindahan lingkungan sekitar pantai.


AKSI “1000 PESAN DAMAI UNTUK GAZA”

January 12, 2009

img_5522

Pada tanggal 10 Januari 2009, Peace Generation mengadakan aksi damai untuk menyikapi perang yang sedang terjadi di Gaza. Aksi damai ini mengambil lokasi di sepanjang jalan Malioboro, tepat di jantung kota Jogjakarta. Aksi dilakukan dengan membagikan sticker perdamaian ke orang-orang yang sedang berada di seputaran Malioboro.

img_5523

Selain membagikan sticker perdamaian, Peace Generation juga meminta orang-orang di seputaran Malioboro untuk menuliskan komentarnya tentang peristiwa yang sedang terjadi di Gaza. Hasil tulisan ini telah diserahkan ke Duta Besar Palestina untuk Indonesia ketika beliau berkunjung ke Universitas Gadjah Mada Jogjakarta.


Kampanye Hari Perdamaian Internasional

September 22, 2008

Pada hari Minggu, 21 September 2008, yang bertepatan dengan peringatan Hari Perdamaian Internasional, Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian UGM, Korps Mahasiswa Hubungan Internasional UGM, dan Peace Generation mengadakan Pawai Hari Perdamaian Internasional. Pawai ini mengambil rute di sepanjang jalan Malioboro, dengan start di depan Hotel Garuda dan finish di perempatan Kantor Pos Besar atau di titik 0 (nol) kilometer Jogja.

Di titik nol kilometer ini, kami mengadakan serangkaian kegiatan, diantaranya berbagai pertunjukan musik yang bertema perdamaian, hingga menyapa masyarakat yang sedang berhenti di lampu merah. Berbagai tulisan yang ditampilkan di human poster juga menambah semarak kegiatan yang kali ini bertepatan dengan bulan Ramadhan. Banyak warga yang tersenyum dan merasa terhibur dengan kampanye yang mengajak warga untuk “lebih damai” ini.

Rangkaian acara yang dimulai pukul 15.00 WIB ini ditutup dengan pesta kembang api tepat saat waktu berbuka puasa tiba. Secara umum, kegiatan ini berlangsung sangat baik dan direncanakan akan diadakan lagi pada tahun-tahun mendatang dengan acara yang lebih seru dan lebih menarik.


Pemutaran Film Hari Perdamaian Internasional

September 7, 2008

Untuk menyambut Hari Perdamaian Internasional, 21 September 2008, Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian UGM, Korps Mahasiswa Hubungan Internasional UGM, dan Peace Generation menyelenggarakan serangkaian acara, yang salah satunya adalah Pemutaran Film dari tanggal 8 September sampai 24 September 2008 di Kantor Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian UGM, Sekip K-9 Yogyakarta, mulai jam 14.45, gratis.

Daftar film yang diputar:

8 September 2008: Sixty Six
9 September 2008: War of the Buttons
10 September 2008: Spring, Summer, Autumn, Winter, and Spring
11 September 2008: Vera Drake
12 September 2008: The Sea Inside (tempat pemutaran diumumkan kemudian)
15 September 2008: The Last Supper
16 September 2008: Harold and Maude
17 September 2008: Noise
18 September 2008: Mrs. Ratcliff’s Revolution
19 September 2008: Hair
20 September 2008: Peace One Day
22 September 2008: Edukators
23 September 2008: Where on Earth is Osama Bin Laden
24 September 2008: Into the Wild

Tanggal 21 September 2008 akan diadakan pameran Foto dan Quotes “Orang Jogja Bicara Tentang Perdamaian” di Nol Kilometer (Perempatan Kantor Pos Besar Yogyakarta)


Launching Buku “Pelangi Damai di Sudut Jogja”

August 30, 2008

Pada tanggal 29 Agustus 2008, Peace Generation melaunching buku pertama Peace Generation yang berjudul “Pelangi Damai di Sudut Jogja”. Buku ini mengisahkan perjalanan seorang mahasiswa yang ingin lebih mengenal kota Jogja dari sudut pandang perdamaian. Buku ini merupakan kumpulan dari tulisan para peserta kegiatan Jogja Peace Amazing Race yang telah dilaksanakan pada bulan Januari 2008. Kegiatan launching bertempat di Kafe dJendelo, di lantai 2 Toko Buku Toga Mas, Jalan Affandi/Gejayan, Yogyakarta.

Launching ini menghadirkan Bapak Muhadi Sugiono dan Mami Vin. Saat launching, Mami Vin yang merupakan Manager di LSM Waria KEBAYA banyak menjelaskan tentang budaya solidaritas yang dianut oleh para anak asuhnya. Sedangkan Bapak Muhadi Sugiono yang juga menjabat Kepala di Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian (PSKP) UGM melengkapi pembahasan dengan melihat budaya perdamaian di Jogja dari sudut pandang akademisi.


Sekilas Tentang Buku “Pelangi Damai di Sudut Jogja”

August 30, 2008

“Memotret Perdamaian di Jogja”

Teman, kira-kira apa yang terbersit di kepala kalian ketika mendengar kata Jogjakarta? Gudeg-kah? Malioboro? Kraton? Candi Prambanan? Kota Pelajar? Kota Pendidikan? atau becak mungkin?

Hmm, memang hal itu semua akan sangat mudah terlintas di kepala. Namun bagaimana jika pertanyaan diubah menjadi:

‘Apa yang kamu rasakan ketika mendengar kata Jogjakarta? ‘

Sejenak, pasti tidak hanya otak yang mulai berpikir, namun hatipun ikut berbicara. Bukan bermaksud untuk membatasi pembaca sebagai –pembaca – yang – pernah – berkunjung - ke – Jogja- atau – pembaca – yang – ingin – berkunjung – ke – jogja – tapi – belum – kesampaian, tetapi kami berharap ketika membaca buku ini, pembaca mulai membuka hati dan merasakan bahwa ada sesuatu yang berbeda dari Kota Jogjakarta. Sesuatu yang tidak hanya untuk dilihat, tapi juga untuk dirasakan. Sesuatu yang tidak hanya kasat mata. Sesuatu yang ADA dan ingin tetap ADA.

Senyum warga Jogja yang khas dan tak pernah luntur menjadi salah satu modal utama-nya menjadi kota pariwisata. Tidak hanya menjual tempat, namun Jogja juga menjual keramahannya. Suasana hangat, dekat dan kekeluargaan membuat banyak mahasiswa luar kota betah tinggal di Jogja, sampai–sampai membuat sang orang tua mulai khawatir lalu mengharapkan si anak cepat lulus dan kembali ke kota asal. Padahal, ketika melangkah pergi dari Jogja, pasti ingin segera kembali. Jogjakarta menjadi salah satu kota yang selalu membuat hati rindu akan suasana hangat, nyaman, ramah dan dekat.

Tidak dipungkiri, Jogjakarta merupakan kota kecil yang terdiri atas masyarakat dari berbagai agama dan kepercayaan, budaya, etnis, kebiasaan, adat, dan beraneka ragam perbedaan lainnya. Masyarakat yang datang dari berbagai penjuru daerah tentunya membawa karakter yang berbeda-beda. Namun bagaimana hal itu semua tidak menimbulkan perpecahan tapi justru menjadi ‘modal’ bagi kota kecil ini.

Ada sebuah budaya yang mendukung semua itu, yaitu Budaya Perdamaian. Apa itu budaya perdamaian dan bagaimana budaya perdamaian di Jogja? Melalui buku ini, kami yakin hal itu akan terjawab dan kami berharap hal itu dapat terjaga agar tetap lestari.

Peace Generation sebagai komunitas pemuda yang peduli mengenai perdamaian, tergerak untuk mengamati fenomena ini. Kami ingin memotret Jogjakarta dari ‘sisi lain’, bukan sebagai kota pendidikan, bukan sebagai kota budaya ataupun pariwisata namun sebagai kota yang sarat akan nilai-nilai perdamaian.

Berdasarkan latar belakang tersebut, kemudian dilaksanakanlah sebuah kegiatan oleh Peace Generation yang berlabel ‘JOGJA PEACE AMAZING RACE’ (JPAR). Kegiatan ini terdiri atas 60 peserta mahasiswadengan beraneka ragam latar belakang unversitas, asal daerah, agama maupun etnis. Kami kemudian mengunjungi 9 titik lokasi di Jogja yang telah ditetapkan, yaitu Vihara Budha Prabha, Pura Jagatnata, Fakultas Kedokteran Umum UGM (mengangkat nilai Multikultur), Padepokan Bagong Kussudiardja, Komunitas Gayam 16, Kraton Jogjakarta (mengangkat nilai Active Non Violence), Yakkum, Komunitas Ebenezer, dan LSM Kebaya (mengangkat nilai Solidaritas).

Kami melakukan sebuah perjalanan untuk belajar tentang nilai-nilai perdamaian yang ada, terutama yang mengandung nilai Multikultur, Solidaritas dan Active Non Violence (ANV). Ketiga nilai tersebut yang menjadi tema besar dalam kegiatan JPAR kali ini.

Setelah mengunjungi kesembilan lokasi, peserta kemudian ikut serta dalam kemah perdamaian (peace camp) selama 4 hari yang masih termasuk dalam rangkaian acara JPAR tersebut. Dalam peace camp tersebut digali lagi mengenai ilmu yang mereka dapat selama perjalanan disertai dengan kegiatan-kegiatan lain yang mendukung pemahaman mereka tentang perdamaian.

Buku ini merupakan kumpulan cerita sahabat-sahabat kita mengenai sebuah perjalanan damai yang mereka lakukan. Mengenai apa yang mereka rasakan, apa yang mereka dapat dan apa yang dapat mereka bagi pada semua teman-teman pembaca. Sebagian cerita dirangkum dalam seorang tokoh bernama AKU sebagai simbolisasi peserta JPAR dan cerita lain ditulis dalam Jurnal Sahabat, yang merupakan curahan hati langsung para peserta dari perjalanan dan selama kegiatan pecae camp yang telah mereka lakukan.

Kami berharap, perjalanan kali ini bukanlah sebuah perjalanan yang terhenti hanya di sembilan tempat itu saja. Masih banyak tempat-tempat lain yang memiliki potensi nilai damai yang belum tereksplore. JPAR kali ini hanya ingin mengawali sebuah perjalanan damai, dan berharap akan ada perjalanan-perjalanan damai selanjutnya, tidak hanya di kota Jogja, namun juga di kotamu, kawan.

-Peace Generation-


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.