Berbagi Kado Ultah Peace Generation


Selasa, 12 Juli 2011 adalah hari bagi-bagi kado, berbagi kesenangan bersama untuk anak jalanan (anjal) yang dilakukan oleh komunitas Peace Generation (Pisgen) Yogyakarta. Siang itu sekitar pukul 14. 05 WIB, Pisgeners (Buaya Kecil, Bayi Buaya, Bungkus Buaya, dan Buaya Aggkat) yang berjumlah 9 orang berkumpul di Boulevard UGM untuk membagikan kado-kado ulang tahun Pisgen ke-9 yang dirayakan pada 10 Juni 2011. Kado-kado ultah tersebut telah disepakati agar dibagikan ke anak-anak jalanan di kota Yogyakarta dan sekitarnya. “Kado-kado ini untuk anak jalanan agar kita sama-sama berbagi kebahagiaan dengan anak-anak jalanan,” begitu keyakinan kami bersama.


Siang di musim panas begini memang bukan waktu yang tepat untuk jalan-jalan mengelilingi kota Yogyakarta yang mulai disesaki oleh kendaraan mobil dan motor, dengan polusi udara yang mulai membuncah di kota ini. Laiknya kota-kota besar di Indonesia, panas dan gerah karena tekanan polusi yang terus meningkat adalah hukum wajib yang harus ditanggung oleh penduduk kota, setidaknya dapat dirasakan jika berjalan di siang bolong seperti ini.

Tapi itu bukan masalah bagi kami. Semangat berbagi kepada anak jalanan adalah spirit dan virtue yang mengalahkan semuanya. Apalagi anak jalanan, di negeri ini, selalu menjadi pihak-pihak yang disingkirkan secara sistematis, diciduk dan dibuang tanpa ada perhitungan humanis, tanpa ada rancangan dan respon serius jangka panjang untuk menyelamatkan dan memberdayakan mereka yang telah menjadi pihak kalah dan tersingkirkan. Membuang atau memutihkan anjal dari jalanan, seperti biasa dilakukan oleh pemerintah sejak dahulu, ternyata tidak pernah membuahkan hasil apa-apa seiring kemiskinan dan pengangguran yang semakin meningkat. Terbukti, bersamaan dengan kemiskinan kota yang semakin menganga, dari hari ke hari mereka terus bermunculan dan menyandang predikat sebagai “anak jalanan”.

Di tengah terik matahari, kami masih sempat berdiskusi tentang bagaimana cara membagikan kado, juga titik-titik lokasi yang biasa dimangkali para anjal. Karena bentuk dan ukuran kado yang berbeda—kecil dan besar–kami mengantisipasi takut anjal memilah-milih kado yang akan kami berikan.

“Gimana kalau kita pakai games ‘bagi-bagi kado’ biar mereka tertib? Atau pake ‘hom-pim-pah’ aja…..”

“Mereka cari  duit eh, bukan mau nge-games!” Obrolan kami dibumbui tawa bersama, lalu selesai begitu saja tanpa ada keputusan soal cara bagi kado. Ya sudah, kami berangkat bersama-sama mengendarai motor.

di perempatan MM UGM

Titik perama adalah perempatan MM UGM. Kami menemui 3 anak jalanan yang sedang berjualan koran dan mengamen. Di tengah kelebat asap hitam dari knalpot kenadaraan, air muka anak-anak itu tetap tegar, menebar senyum dan ucapan terima kasih kepada kami, meski dengan suara pelan dan tertahan. Mereka menanyakan apa isi kado yang tengah mereka rangkul erat di dada mereka. Kami yang sama-sama tidak tahu isinya tersenyum dan tetap meyakinkan bahwa kado-kado tersebut akan sangat bermanfaat bagi mereka karena memang sudah disiapkan sebagai hadiah yang dibutuhkan untuk anak jalanan. Jadi, gundukan kado yang terbungkus dari plastik, koran, dan kertas kado tersebut sudah menjadi porsi dan hadiah yang special buat mereka.

musik dan spirit dari persimpangan jalan (Mirota Kampus)

Kami meneruskan perjalanan ke perempatan-perempatan lampu merah yang biasa jadi tempat kerja para anjal. Ketika melewati perempatan Mirota Kampus, kami melihat sekitar lima anak dan remaja sekitar usia belasan tahun dengan alat-alat musik menggantung di tubuhnya. Kami memutuskan berhenti dan memarkir motor, dan membagikan kado-kado kepada mereka. Wajah sumbringah, girang, dan senang terlihat dari wajah mereka sembari menerima kado satu per satu. Tiba-tiba ada seorang anak yang lari memanggil temannya yang lagi tidur di balik tembok tepi jalan raya agar mereka sama-sama mendapatkan kado dari kami. Seorang anak di usia sekitar 8 tahun menghampiri kami dengan wajah kusut penuh kantuk, memasuki lingkaran kecil antara Pisgeners dan teman-teman anak jalanan. Lalu tanpa diminta, mereka mempersembahkan sebuah tembang lagu hasil gubahan mereka untuk kami. Birama mengalun tenang di tengah bising lorong di siang menjelang sore. Mereka mengakhiri lagu itu dan kami saling melambai tangan.

mereka membaca dan menjual koran

Perempatan Gramedia adalah salah satu titik yang sudah kami rencanakan. Seorang bocah perempuan, usai sekitar 8 tahun sedang duduk di tengah terik, menghadap ke jalan ramai dengan merangkul tumpukan koran di pangkuannya. Dari jauh anak ini tak terlihat atraktif dan mobile dengan mengitarkan koran kepada pengguna jalan. Ia hanya duduk, seperti menghayati sesuatu di pangkuannya. Benar. Ketika mendekat, kami jadi paham, ia sedang membaca koran di bawah lampu merah itu. Kami datang dengan sebungkus kado yang sudah siap, sebuah buku bacaan. Ia tersenyum lebar, menyunggingkan wajah manis di balik balutan keringat yang menjalar di sekujur rambutnya yang sebahu.

membaca di tengah bising jalanan

Hey little girl, keep on gearing by reading that book much and the experiences you face all days. Todays you are here, but tomorrow will speak different.

Kado-kado sudah dibagikan satu per satu untuk mereka, dan kami pun beranjak pergi. Namun semburat senyum yang tersurat pada wajah polosnya yang keras melawan matahari masih terasa melambai hingga kami benar-benar jarak pandang kami jauh, dan sosok mereka seperti ditelan deru mobil dan motor yang lalulalang.

Kado yang kami bawa belum habis semua karena hari itu anak-anak jalanan cukup sepi, dan bersih dari para gimbel, khususnya di area Malioboro. Kami tidak mengerti kenapa. Yang jelas, hari itu aktivitas bagi-bagi kado bersamaan dengan hari kunjungan Bapak Presiden SB ke Yogyakarta, 2 jam sebelumnya. Terima kash Tuhan untuk hari kami  berbagi.

About these ads

3 Responses to Berbagi Kado Ultah Peace Generation

  1. cooll…super inspiratif!!selamat ultah pisgen!

  2. susan says:

    huhu.. aku tak ikut… tapi ikut senang.. :D

  3. blimade says:

    Aaaaaa ><
    saya tidka bisa ikodd…:'(

    tapi sumpah keren banget dah pokoknya, dan semoga dibalas oleh yg kuasa..:)

    SAlam damai, sukses dan jaya selalu PISGEN!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: