Memulai Pisspot di Hari Kartini


Hari Sabtu, tanggal 21 April 2012 kemaren anak-anak Peace Generation (Pisgen) Yogyakarta mengadakan acara Pisspot (Peace on the Spot), dengan tagline Ayo Jadi Generasi Damai, bertempat di Nol Kilometer, depan Gedung Agung Yogyakarta. Dengan spirit/momentum Hari Kartini anak-anak Pisgen mendemonstrasikan pesan dan lagu-lagu perdamaian kepada masyarakat pengguna jalan atau mereka yang sedang menikmati weekend di pelataran Nol Kilometer. Memoentum Hari Kartini dan public spot, tempat keramaian, menjadi sasaran kegiatan Pisspot pertama Peace Generation.

Bala pasukan Peace Generation saat Pisspot


Pisspot adalah kegiatan Peace Generation dengan membawakan pesan-pesan perdamaian ke tempat-tempat umum (public sphere) di daerah Yogyakarta. Kali ini, Zero Kilometer menjadi sasaran anak-anak Pisgen untuk bermain, ber-sandwich board (peace human poster), berdansa, bernyanyi, membagikan stiker dengan pesan perdamaian, dan mengajak orang-orang di sekitar tempat itu untuk mengobrol tentang perdamaian Indonesia dan berbagi testimoni untuk perdamaian Indonesia Testinomi dari mereka akan dipublikasikan dalam website ini juga.

Sebelum melakukan aksinya, anak-anak Pisgen mengadakan pengordinasian terlebih dahulu baik lewat SMS, FB, Tweeter, BBM maupun kumpul-kumpul bareng di Mato Kopi, dan juga di kos Mas Nurul (Bayi Buaya) buat persiapan gladi bersih sehari sebelum kegiatan. Dengan semangat anak-anak melakukan konsolidasi bersama walau terkadang agak males juga karena ngantuk dan sebagainya tapi untunglah semangat bermain dan berkarya untuk perdamiaan—sekecil apapun dari anak-anak Pisgen—akhirnya acara ini dapat diselenggarakan dengan sangat baik.

Toss untuk Perdamaian


Tanggal 21 April, pukul 15.00 WIB para pasukan Pisgen berkumpul di kos Mas Nurul karena amunisi yang akan digunakan untuk beraksi terpusat di situ. Satu persatu pasukan berkumpul dengan membawa harapan dapat berhasil dalam melakukan aksinya. Satu, dua, tiga dan seterusnya mulai berdatangan. Akhirnya pada sekitar jam setengah 4 kita bersepakat untuk berangkat karena nanti sebagian pasukan Pisgen akan langsung menuju TKP di Nol Kilometer.

Amunisi yang dibawa pun agak merepotkan juga ternyata. Kami harus membawa poster-poster di tubuh kami. Lucu juga karena banyak kampanye kami sebenarnya dimulai sejak dari kos dengan memasang poster sambil naik notor “Pegel juga,” kata salah satu anggota yang membawa alat-alat tersebut. Tetapi tidak menjadi halangan, yang penting kami berangkat menuju medan laga.

Sesampainya di TKP ternyata memang benar, sebagaian pasukan sudah menunggu untuk melakukan aksi. Kelihatannya sudah siap jasmani dan rohani. Sudah tinggal diberi komando saja untuk menyuarakan perdamaian kepada masyarakat yang sudah bergumul di tempat tujuan para wisatawan itu.

akti damai Pisspot dari lintas generasi Pisgen


Sebelum aksi, anak-anak Pisgen terlebih dahulu berkumpul melingkar untuk teknis aksi yang akan dilakukan. Seperti biasa anak-anak Pisgen ilent terlebih dahulu. Berdoa menurut kepercayaannya masing-masing. Semoga dapat berjalan lancar. Amin. Amunisi yang ada, yaitu sandwich board, stiker, pulpen, selebaran, dan kertas kosong untuk testimoni. O ya satu lagi kostum robot ala Pisgen plus gitar. Pembagian amunisi pun dimulai. Ada yang pakai kostum robot Pisgen, ada yang pakai sandwich board, ada yang hanya pegang stiker dan kertas testimoni dan selebaran tentang komunitas Peace Generation juga.

Aksi dimulai. Ada tim yang bertugas untuk menari di depan orang-orang ketika lampu merah menyala dengan diiringi live music dari duo gitaris yang cukup handal (Made dan Stanley). Ada yang bertugas membagi stiker dan selebaran kemudian ada juga yang menulis testimoni masyarakat mengenai perdamaian. Ada juga yang mulai jeprat-jepret untuk pendokumentasian aksi tersebut dan ada juga yang berdiri di tepi jalan untuk mengucapkan “Selamat Hari Kartini”.

Zita Cucu Buaya berbagi testemoni damai kepada masyarakat


Ternyata harus ada perjuangan yang lebih untuk menumbuhkan semangat biar tida krik-krik. Dengan datangnya satu per satu pasukan pisgen untuk ikut bergabung melakukan aksi, pada saat itu juga kami mulai menemukan jalan untuk bersemangat terus dan menransferkan nilai dan semangat damai kepada masyarakat.

Joget di Lampu Merah


Syukur, kami mampu tampil dengan maksimal dan fun sambil tersenyum ramai-ramai dan lebih bersemangat dan tentunya lebih rame karena ternyata banyak orang orang di luar pasukan Pisgen yang ikut menjadi bagian dalam aksi Pisspot. Bahkan anak-anak yang lagi jalan-jalan di situ ikut nyanyi-nyanyi di depan orang-orang yang lagi nunggu lampu merah. Sembari menyanyikan lagu Ibu Kita Kartini anak-anak menari sekenanya dengan modelnya sendiri-sendiri. Ada yang cuma berdiri, ada yang sambil berjoget.

Kemesraan di sore itu membuat orang-orang yang melihatnya tertarik dan ada yang ketawa-tawa juga. Kami pun senang melihat respon dari masyarakat, berarti apa yang kami sampaikan mengena pada mereka. Minimal tarian, pesan poster dan stiker yang kami bawakan menusuk dalam memori mereka.

Matahari pun semakin tenggelam di peraduannya, hari semakin sore dan sebentar lagi maghrib akan datang. Anak-anak Pisgen pun mulai capek dan satu persatu mulai mundur ke belakang untuk istirahat. Namun sebagian anggota masih semangat bernyanyi riang gembira menghadap ke utara, bertatap muka dengan orang-orang yang barusan melewati jalan Malioboro.

Sekitar pukul 17.45 WIB aksi pun disudahi dengan diawali komando untuk berkumpul terlebih dahulu sebelum membubarkan diri. Duduk bersama sambil melingkar dan melakukan evaluasi dan cuap-cuap terima kasih lalu silent untuk kekompakan Pisgen bersama Pisspot.

Terima kasih pada teman-teman yang udah ikut aksi Pisspot, terima kasih pada teman-teman yang udah ikut mendukung aksi ini baik dengan kritik, saran maupun doanya. Terima kasih jua kepada masyarakat yang udah melihat aksi kami dengan ketulusan hati, dan kepada mereka yang juga ikut berpartisipasi dalam aksi kami. Terima kasih kepada Pak Polisi yang sudah mengatur lalu lintas, terima kasih buat semuanya. Yeeee……

Sampai jumpa kawan. See you next time di Pisspot berikutnya. Semoga bermanfaat buat semua. Salam Perdamaiaan (Uji, Cucu Buaya).

About these ads

7 Responses to Memulai Pisspot di Hari Kartini

  1. Wah selamat untuk konsistensi anak-anak Peace Generation. Terima kasih sudah berkarya untuk perdamaian….

  2. waduh ada saya…hihihihi..*nggak penting* :P
    smangat peace gen..terus berkarya terus menginspirasi! ^^

    • peacegeneration says:

      hihi… terima kasih Deniz…. Pisspot berikutnya mari ramiakan dan foto2nya yang lebih banyak lagi.. Damai untuk semua

  3. […] testimoni yang kami tampung dari masyarakat di sekitar Nol Kilometer bertepatan dengan acara Pisspot yang dirayakan bersamaan dengan peringatan Hari Kartini. Semua pesan di bawah ini adalah murni […]

  4. wah makin seru2 aja nih kegiatannya..^^
    kangen sama kalian semua guys,,^^
    pa kabar B.J and Denis??

    -rizza maulana-

    • peacegeneration says:

      Eh Rizza Buaya Kecil. Apa kabarmu? Ya syukur generasi Pisgen terus konsisten (dan semoga tetap begitu) untuk berkarya pada perdamaian… BJ dan Denis, Ema dan Bucil lainnya mulai mengurangi perannya di Pisgen untuk menyerahkannya kepada Bayi Buaya dan Cucu Buaya.

      Anyway, ayo dong main dan ngobrol2 sama teman2 Pisgen setelah lama tidak bersua. Masih di Jogja kah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: