Kemeriahan Peringatan Satu Dekade Pisgen


Gambar

Semburat senyum indah bertaburan dari wajah sahabat-sahabat Pisgen. Mereka satu persatu berdatangan ke Kafe English, Jalan Nologaten, Yogyakarta, sambil berucap ”Selamat ulang tahun”. Sesekali sambil bersalaman dan berpelukan satu sama lain. Suasana Kafe yang semula hening tiba-tiba menjadi ramai. Inilah acara perayaan satu dekade Komunitas Peace Generation (Pisgen) Yogyakarta, yang dilaksanakan pada 16 Juni 2012, Jam 19.00 WIB.

Gambar

Indahnya keakraban pada Jumat malam tersebut seakan menjadi obat penawar rasa kangen di antara sahabat-sahabat Pisgen. Hembusan angin malam serasa berubah menjadi hangat di tubuh. Betapa malam itu benar-benar menjadi malam yang luar biasa.

Keakraban di antara anggota Pisgen memang seringkali nampak setiap kali ada momen acara bersama. Tapi, malam tersebut menjadi momen spesial karena hanya terjadi setahun sekali di Pisgen sejak kemunculannya pada 10 Juni 2002. Acara ulang tahun ini dihadiri beberapa ’Buaya’ yang menjadi perwakilan tiap angkatan. Diantaranya Buaya Tua, Buaya Muda, Buaya Kecil (Bucil), Bayi Buaya (Babuy), Cucu Buaya (Cubuy) dan terakhir Buaya Angkat (Buang).

GambarAcara ini, semula akan dihelat tepat pada hari ulang tahun Pisgen yang kesepuluh, yaitu pada 10 Juni 2012. Karena ada pertimbangan beberapa hal akhirnya diundur. Tepat tiga hari sebelum itu, Kamis 7 Juni 2012, orang tua laki-laki dari Cahya Wulandari (Bucil), yang juga orang tua dari Uyo Rinho (Buaya Angkat) pergi ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa untuk selamanya. Semoga orang tua dari kedua anggota Pisgen tersebut diberi tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan segala amal baik diterima di sisi-Nya.

Acara Berjalan Sesuai Rancangan

Sebelum acara inti dimulai. Terlebih dahulu para anggota Pisgen mengumpulkan kado yang dibawa masing-masing satu, untuk kemudian di lain hari akan dibagikan untuk anak-anak panti asuhan yang ada di sekitar Yogyakarta. Pengumpulan kado ini sudah menjadi kesepakatan bersama dalam musyawarah antar anggota Pisgen dua hari sebelum acara terlaksana. Dimana setiap anggota Pisgen yang hadir diharapkan membawa dua buah kado. Kado pertama minimal seharga 5.000 rupiah, khusus untuk anak-anak Panti Asuhan, sedang kado kedua maksimal seharga 5.000 rupiah, khusus buat acara tukar kado bersama anggota Pisgen pada akhir acara. Kado tersebut tidak diperbolehkan dalam bentuk makanan. 

Acara di pandu oleh dua sahabat dari Cubuy, yaitu Utha Putri Wahyu dan Em Tibyan. Keduanya membawa acara dengan santai dan menarik. Sebelum acara pembukaan dimulai, keduanya mengajakarkan teman-teman Pisgen memperagakan gerakan ”Tepuk Anak Pisgen”. Setelah menepuk tangan, kemudian serempak mengucapkan ”Aku, anak pisgen”, ”Non violance”, ”Pemuda”, “Pluralism”, “Participant”, Damai… Damai… Damai…, Yes!”, ”Perang… Perang… Perang…, No!”. Kemudian acara dibuka dengan doa bersama yang dikomando oleh perwakilan tiga agama, Agama Islam, Kristen dan Hindu.

Gambar

Sambutan dari PIC (Person in Charge) menempati acara yang kedua. Empat orang PIC memberikan sambutan dihadapan sahabat-sahabat Pisgen secara bergiliran. Salah satu pesan penting dari koordinator PIC salah satunya,”Sudah waktunya kepengurusan PIC yang kita jalani saat ini, digantikan oleh kalian-kalian semua yang baru, untuk melanjutkan perjalanan Pisgen ke depan”.

Gambar

Setelah sambutan, berlanjut pada penyampaian Testimoni dari perwakilan masing-masing generasi. Perwakilan dari Buaya Tua, Buaya Muda, Bucil, Babuy, Bucil, Buang dan terakhir dari Buaya Merah Jambu(sebutan bagi para anggota Pisgen yang keikutsertaaanya dalam Pisgen berkat ajakan ’pasangan’ dari anggota Pisgen sendiri)-meski agak sulit, tapi begitulah kira-kira penggambarannya.

Gambar

Beranjak pada acara selanjutnya adalah potong-potong tumpeng. Pemotongan tumpeng ini dikomandoi oleh perwakilan dari Buaya Tua. Kemudian diikuti oleh masing-masing angkatan dibawahnya. Di sela-sela pemotongan tumpeng ini, anggota Pisgen menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Sambil juga menyajikan lagu yang sangat asyik. Inilah lagu tersebut:

”Kau temanku, ku temanmu, kita selalu bersama
seperti mentega dengan roti
Kau temanku, ku temanmu, kita selalu bersama
seperti celana dengan baju

Ku kan selalu mendukungmu
Mendorongmu terus maju
Dan bila kau sedih
ku akan memelukmu erat-erat

Kau temanku, ku temanmu, kita selalu bersama
seperti mentega dengan roti
seperti celana dengan baju”

Gambar

Gambar

Gambar

Dengan sangat mesra para anggota Pisgen menyanyikan lagu ini. Hingga tanpa terasa waktu malam semakin larut, pertanda acara harus diakhiri. Maka, untuk mengabadikan momen kerbersamaan yang indah tersebut, di puncak acara dilakukan sesi foto-foto bareng dan pembubuhan tanda tangan beserta penulisan testimoni perdamaian pada spanduk bertuliskan Satu Dekade Peace Generation. Yah, begitulah gambaran kemeriahan peringatan satu dekade Komunitas Peace Generation Yogyakarta. Selamat ulang tahun Pisgen! Berjayalah terus! (MNIS)

About these ads

2 Responses to Kemeriahan Peringatan Satu Dekade Pisgen

  1. keren,,,tapi kok rada ganjel ya,, buaya bawang merah bukan buaya merah jambu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: