Kunjungan ke Kebaya


saring dan diskusi

Yogyakarta, 30 Oktober 2010, sebagai serangkaian kegiatan untuk menjalin mitra dan partner dengan komunitas lain, Peace Generation kali ini mengunjungi komunitas KEBAYA (Keluarga Besar Waria Yogyakarta), sebuah komunitas waria yang concern dengan isu-isu seputar waria. Kegiatan ini dikoordinatori oleh Muhammad Said al Hadi (Memet) dari Bayi Buaya. Dari pertemuan satu-dua kali untuk membicarakan kunjungan, dan selebihnya melalui SMS dan media sosial, kegiatan ini berjalan sesuai dengan harapan. Proses pembelajaran bersama dengan objeknya secara langsung, bertemu-bermain dan mengobrol bersama Waria, adalah tujuan dalam kegiatan ini. Teman-teman Pisgen belajar merasakan bagaimana rasanya menjadi menoritas seperti mereka itu, terutama di tengah tekanan dan diskriminasi publik luas. Dari situ proses kepekaan diri dan empati menamkan nilai-nilai kemanusiaan yang harmonis di tengah keberagaman identitas.

belajar dandan

Komunitas yang digawangi oleh Vinolia Wakidjo (Mami Vin) ini sudah membuktikan diri sebagai sebagai sebuah kekuatan kelompok marjinal yang tetap eksis di tengah pandangan miring oleh masyarakat luas. Komunitas ini mempunyai slogan: 1) Membantu dan Membangun Waria untuk Waria oleh Waria; dan 2) Bergerak dalam Bidang Pencegahan dan Penanggulangan HIV dan AIDS.

Bulan Oktober 2010 memang bukanah saat yang  ramah di wilayah Jogja. Saat itu, debu vulkanik Merapi dalam tahap awal memuntahkan debu-debu ke santero kota Jogja. Di tengah kondisi seperti itu, Peace Generation berjibaku menuju sebuah rumah mungil di tengah jantung kota Jogja. Anggota Pisgen berjumlah sekitar 15 orang dan menerobos keterbatasan pandangan mata di tengah jalanan Jogja yang masih berdebu.

Sesampainya di Rumah KEBAYA, Pisgen disambut dengan sangat hangat, akrab dan bersahaja. Sebagian testimoni dari teman-teman Pisgen yang masih baru berhadapan langsung dengan komunitas Waria masih kurang akrab dan agak kikuk. Tapi rasa itu hilang setelah teman-teman Pisgen mulai melebur dan cair dalam obrolan bersama KEBAYA.

foto bareng

Pisgen disambut dengan presentasi dan sharing mengenai KEBAYA. Setelah itu, kita ngobrol dan diskusi tentang dunia Waria dan KEBAYA secara komprehensif seperti tentang tanggapan masyarakat Jogja sejauh ini, dan juga pengalaman-pengalaman unik di balik dunai Waria. Sebagai pemungkas acara kunjungan ini, antara Pisgen dan KEBAYA saling mendandani. Teman-teman Pisgen yang diwakili Risty dan kawan-kawan mendandani seorang teman dari Waria.

2 Responses to Kunjungan ke Kebaya

  1. BJ says:

    Nice to be with yall in process of being understood to others….

    • peacegeneration says:

      Belajar yang paling menyenangkan ketika kita datang sendiri kepada mereka dan mendengarkan suara mereka…. Itulah cara terbaik sebelum menilai orang/kelompok lain. Salam damai…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: