Capacity Building for Peace Builder


Untuk me-recharge spirit internal anggota Peace Generation, komunitas Peace Generation mengadakan gathering dan capacity building for peace builder, Sabtu  04 Februari 2012 sampai hari Minggu 05 Februari 2012, berlokasi di penginapan Al Kindi, Kaliurang. Acara yang dimulai pukul 18.30-19.00 WIB itu benar-benar melepas rasa haus rindu kebersamaan setelah lama tidak berkumpul dalam skala besar. Kegiatan ini pula menjadi kegiatan pertama dalam bentuk gathering bagi para Cucu Buaya (Cubuy) setelah pada bulan Juni 2011 kemarin mereka mengikuti Peace Camp Bee Yourself. Acara ini dihandle oleh Bayi Buaya (Nurul, Susan, Baskoro, dan Dwina).

Ketika anggota Pisgen, sapaan akarab untuk Peace Generation, bertemu dalam satu acara dengan konsep menginap di suatu rumah, semangat untuk bermain, sharing dan diskusi menjadi hal pasti yang sulit distop. Kebersamaan macam ini telah menjadi kultur internal Pisgen untuk menemukan ide-ide kreatif dan unik bagi kegiatan-kegiatan Pisgen ke depan. Kegiatan ini dihelat di awal tahun sebagai salah satu rencana tahunan kegiatan Pisgen.

Stanley sedang nge-gombal

Nah, pada saat inilah Pisgen mulai belajar nge-gombal melalui games yang dipandu oleh Nurul Babuy. Pisgen dilatih suatu permainan baru bernama “kata-kata gombal” yang mengawali acara kebersamaan ini selama sehari semalam. Ice breaking, games, dan sesi diskusi diakhiri dengan curhat akan menjadi menu untuk kegiatan malam harinya.

Dalam acara bincang-bincang bertopik“Peace and Participation” Bje dan Ema Bucil mencoba mengantarkan spirit partisipasi dengan nirkekerasan. Dua Buaya Kecil (Bucil) ini mengajukan dua pertanyaan kepada seluruh peserta yang datang mengenai: “apa yang Pisgen banget dan apa yang enggak Pisgen banget?” dan jawabannya hanya dengan satu kata. Pertanyaan tersebut untuk mengukur seberapa jauh anggota Pisgen merasakan ke-Pisgen-an dan menemukan nilai-nilai yang berbeda selama bergabung dan menjadi Keluarga Buaya di Peace Generation.

Jawaban dari pertanyaan tersebut ditulis pada dua potongan kertas kecil-kecil berwarna dan kemudian ditempel pada dua kertas plano: kertas plano satu untuk “yang Pisgen banget” dan plano dua untuk “yang bukan Pisgen banget”. Dan hasilnya luar biasa. Cara seperti ini bisa menjadi bahan obrolan dan diksusi yang sangat mengena untuk mengorek lebih dalam tentang peace dan partisipasi dari internal komunitas Peace Generation sendiri.

Setiap jawaban ditanyai alasannya. Peserta ada yang menulis “pluralisme” tertempel pada plano mengenai “Pisgen banget” dan di plano “enggak Pisgen banget” tertulis kata “diskriminasi”. Kata-kata yang muncul di plano “Pisgen banget” seperti “bermain”, “terbuka”, “pluralism”, “persahabatan”, “mendengarkan” dan masih banyak yang lainnya, dan kata-kata yang muncul untuk yang “enggak Pisgen Pisgen banget” seperti “membeda-bedakan”, “musuhan”, “diskriminasi”, “cuek”, dan lainnya. Kemudian sampai kepada sesi curhatan, sharing dan berbagai kisah pengalaman teman-teman Pisgen. Curhat dimulai oleh Nurul Babuy lalu dilanjut oleh Nandya Cubuy dan Michel Babuy. Cerita-cerita dari mereka ini memberikan suatu kesan tersendiri yang dalam karena mereka bercerita apa adanya dengan semangat berdialog untuk saling mengisi.

Selesai sharing, acara berlanjut bakar jagung berswama di halaman depan penginapan. Yang ikut bakar-bakaran silahkan dan yang sudah mengantuk dibiarkan untuk isterahat. Momentum kebersamaan ini dimanfaatkan oleh banyak teman-teman untuk bakar jagung sambil nyanyi-nyanyi dengan dipandu gitaris Stanley Cubuy, lagu pun terus mengalir mengiringi dan menjelang pagi.

sesi foto sebelum pulang

Hari Minggu 05 Februari 2012, paginya acara dilanjut dengan games pada pukul 07.00-08.00 WIB. Dalam Games ini tiap peserta berdiri dan berpegangan tangan erat seperti membuat gumpalan benang kusut. Nah tujuan games ini  melepas ikatan tangan yang terkunci sedemikian ruet. Games tersebut menguji keasabaran dan kreatifitas peserta. Setelah berpikir keras memecahkan permasalahan dalam games dan kawan-kawan Pisgen lelah karena berdiri cukup lama, tiba saatnya makan pagi dengan menu nasi goreng pada pukul 08.00-08.15 WIB.

Selesai makan, acara selanjutnya adalah “Sharing Program Peace Gen ke Depan” yang membahas rencana-rencana kegiatan yang akan dilakukan Pisgen dalam tahun 2012 ke depan. Acara tersebut selesai dan ditutup pukul 12.00 WIB. Usai sudah serangkaian acara yang mengasyikan, menambah keakraban dan menambah ilmu juga. Pukul 12.00 WIB kawan-kawan Pisgen kemas-kemas, saling berpamitan lalu pulang ke kediaman masing-masing.

Acara kali Pisgen kedatangan seorang Buaya Angkat (Buang) baru bernama Emaasal Palembang, kuliah di Universitas Islam Negari Yogyakarta, temannya Rizqy Fardhany, Cucu Buaya. (ditulis oleh Rizqy, Cucu Buaya).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: