Testimoni dari Nol Kilometer


Di bawah ini adalah sebuah pesan, curahan hati, uneg-uneg ataupun testimoni yang kami tampung dari masyarakat di sekitar Nol Kilometer bertepatan dengan acara Pisspot yang dirayakan bersamaan dengan peringatan Hari Kartini. Semua pesan di bawah ini adalah murni suara hati dari rakyat sendiri baik muda ataupun tua. Semoga sharing dan suara hati di bawah ini menjadi bagian dari kesadaran kita bersama sebagai generasi muda untuk menciptakan rasa aman dan damai bersama.


“Damai itu nyaman ketika tidak ada gangguan”.

“Damai itu tenang, damai hidup tenang, damai rukun, antar partai, antar umat” (Bos, Mas Asep, Udin).

“Damai saling mencintai, damai saling melengkapi tidak ada pertentangan, damai itu nyaman, damai nir kekerasan, damai itu rukun, damai bebas dari kekerasan, kesamaan”.

Senyum damai

“Sebagai generasi muda saya amat khawatir dengan kondisi perdamaian di negeri ini. Sering terjadi tawuran, kerusuhan, dan aksi vandalism di masyarakat. Ingatkah saat sebelum negeri ini bisa merdeka, kita butuh segenap tenaga yang kuat untuk dapat melawan penjajah. Karena itu hendaknya kita dapat lebih menghargai satu sama lain agar tercipta perdamaian di negeri ini”.

“Homo, lesbi, waria, hetero kudu damai”.

“Kurangnya kesadaran hukum, malesnya sering terjadi gejolak yang menimbulkan perselisihan dengan kekerasan. Perlunya ditingkatkan kesadaran hukum, sosialisasi dengan pendekatan-pendekatan sosial kepada generasi muda, ketegasan pemerintah dalam hokum untuk menjerat bagi pembuat kerusuhan/perkelahian”.

“Perdamaian di Indonesia menurut saya begitu tidak bisa dimengerti. Masih kacau. Seperti gak ada rasa bersatu gitu alias belum sepenuhnya damai. :D”

“Ga mau dipukul, masnya pernah mukul, pernah mukul, nggak nurut”

“Perdamaian di dunia perdamaian diawali dengan tindakan perilaku yang baik dari setiap orang/individu itu sendiri. Saling menghargai, mencintai” (Fiqih. H – Subang).

“Jogja orangnya ramah-ramah” (Rian & Dani – Subang).

Peace for everybody


“Masyarakat Jogja baik sekali dalam bersosialisasi, pokoknya enak banget jalan-jalan di Jogja” (Fahmi – Subang JABAR).

“Perdamaian di Jogja sangat damai masyarakatnya. Tapi saya tidak tahu yang anggota DPR/DPRD. Masyarakat Jogja memang sangat ramah sekali, Jogja sangat damai. TOP buat Yogyakarta” (Billy).

“Jogja Kota Paling Damai” (Sugi, Intermas – Jakarta).

“Damai itu indah.. ^__^” (Dewi – Gemawang – UGM).

“Nggak pernah mukul” (fitri).

“Jogja ini, aman-aman aja. Dan kota lain sama Jogja enakan Jogja”.

“Buat saya kepingin Jogja damai. Cuma kecewa masalah geng motor kalu bisa ditindak lanjuti, banyak kriminalitas dituntaskan”.

“Buat orang-orang yang ngomongin politik, hanya omong kosong. Buat orang-orang yang ngomongin sara, gak etis plus omong kosong. Buat orang-orang yang ngomongin perdamaian, itu baru buat orang-orang yang bisa berpikir plus realistis”.

“Damai itu indah biarpun banyak perbedaan harus tetap damai”.

“Hilangkan perbedaan status sosial, kaya-miskin sama saja, sama-sama ciptaan tuhan”.

“Perdamaian itu tidak ada kerusuhan. Dan perdamaian itu adil. Untuk para pemimpin kita agar adil kepada para rakyatnya”.

“Damai itu saling menghargai sesama umat manusia” (Mas Yoga – Pak Pol).

“Met hari Kartini, jaga kekompakan, kedamaian toleransi sesama manusia, hilangkan egoism, RAS dan Agama. Peace for all” (Tolib)

“Tetap jaga kebersamaan dalam kebenaran dan keadilan jangan ada penghianat diantara kita”

“Perdamaian: semua bisa ketawa bareng-bareng. Semuanya tanpa terkecuali”

“Perdamaian itu damai. Sejahtera tak ada lagi perang”

“Damai itu menyenangkan, selamat itu damai, karena perdamaian itu menyelamatkan kita, mensejahterakan kita, bisa membuat kita makmur” (Wasilah)

“Perdamaian untuk kehidupan yang lebih baik”

“Perdamaian itu indah. Hidup bergotong royong, gemah hidup, berdampingan makmur dan damai” ( Bapak Sigit Santosa)

“Kedamaian di dunia letaknya dihati kita pribadi. Bila ingin hidup damai harus dimulai dari hati kita” (Rio Kumbara)

“Jogja adalah kota perdamaian seperti pancasila. Budaya Jogja juga merupakan warisan perdamaian”

“Wanita berhak memilih segala cita dan harapan seperti kaum lelaki! Tidak ada batasan untuk wanita!”

“Jaga kehormatan kita kaum perempuan selagi muda. Selamat hari kartini ”

“Buatlah damai walau dunia tlah berputar”

“Stop violence to woman and children! –Kartini’s day-“

Peace is fun


“Damai? Berarti gak nyakitin orang lain, gak nyurangin orang lain, gak ngusilin orang lain” (Sigit)

“Perempuan tetap sepadan haknya dengan laki-laki. Perempuan harus jadi presiden kerumahtanggaan”

“Harapan: Seorang wanita di masa depan, wanita tetap mempunyai hak yang sama sebagai kepala rumah tangga juga sebagai guru, manager, pembimbing didalam kerumahtanggaan, dalam hak mencari nafkah punya hak seperti laki-laki. Tidak boleh kumalungkung (sombong, meremehkan, dll). Dapat memberikan bimbingan pada anak. jangan meninggalkan identitas kewanitaan, missal berpakaian perilaku. Wanita harus pandai dalam segala hal.”

“Jogja tetap bersepeda untuk Indonesia”

“Bersepedalah yang rukun dan damai” (Petsker Lovers)

“Indonesia itu harus maju dan jangan pernah menyerah sampai kapanpun jangan kalah sama negara-negara lain. MAJU INDONESIA”

Perdamaian itu yang saya ingin Indonesia dan dunia damai tentram, nyaman, sejahtera, makmur.”

“Perdamaian,, when everybody feels enjoy and comfortable at their days”

“Perdamaian ialah mampu menerima setiap perbedaan”

“Perdamaian menurut saya itu, tidak adanya konflik yang memicu kekerasan ataupun anarkis di dalam perdamaian itu adanya saling kebersamaan antara satu sama lain”

“Perdamaian: tidak ada konflik”

“Perdamaian itu kita harus sama-sama ngebangun kota dari dulu sampai akhir dan bikin asik-asik aja! ”

“perdamaian adalah perdamaian abadi”

“Perdamaian: ayem, tentrem, jualan tidak diusik”

“Perdamaian: lagunya gigi, gak ada cek-cok”
“Perdamaian: Suatu kedamaian didalam hati, tidak ada perbedaan, aman”

“Tolong ditindas masalah geng motor yang maunya senangnya sendiri. Saya minta sama pihak polisi ditindak tegas”

“Jika berumah tangga harus damai dan rukun”

“Kita suka kalau Indonesia itu selalu damai dan bersatu untuk kita”

“Kuat kita bersinar untuk Indonesia, bersatu untuk Indonesia”

“Jogjakarta tetap istimewa untuk Indonesia”

“Indonesia cinta damai (peace). Wanita selama ini tertindas oleh kaum laki-laki dan R. A Kartini memperjuangkan hak wanita di Indonesia. ”

“Perdamaian: tidak ada kekerasan dan perbedaan”

“Lihatlah negeri kita yang subur dan kaya raya lading luas terhampar, samudra hindia. Tapi rataplah negeri kita yang tinggal hanyalah cerita dan cerita, pengangguran menyebar luas.”

“Perang harus ditiadakan dari mukka bumi agar umat manusia bisa hidup selama-lamanya” (INT)

“Silih asah, silih asih, silih asuh”

“Larutkan dukamu dalam air liurmu, lalu muntahkan cuhh… peace and love”

“Kemiskinan meraja lela, pedagang kaki lima tergusur dan teraniaya. Pesan: jadikan negeri kita lepas dari kebodohan dan jangan jadikan di negara ini demokrasi seperti ujung roti” (Tino – Street Punk)

“Horas!! Salam damai itu sehat. Merubah yang sia-sia menjadi tidak tersia-siakan. Jogja itu damai, menjadi obat bius untuk selalu tinggal karena adem di hati, damai di otak. Peace and love. Karena pengorbanan cinta dan airmata, terciptalah Damai!!”

“Selamat hari kartini ya Mba Mas.. ”

“Ingatkah anda ini hari ibu Kartini??”

“Bersepeda adalah sebuah pesan damai. Terus bersepeda dan terus terus bersepeda” (Sepeda tinggi YK)

“Mobil disingkirkan, sepeda didahulukan”

“Sampun, damai mawon. Jogja indah dan nyaman, orangnya ramah tamah, dibandingkan negara lain yang banyak konflik, jogja tetap nyaman. Semoga damai selalu.” (Bu Togar)

“Differences is unique, differences is culture, differences is Indonesia. Bhineka Tunggal Ika – Salam damai selalu” (Septi Riyani – Pendidikan Bahasa Inggris UMY)

“Cah nom ra sah gelut-gelut, sing penting HEPI!” (Dimas & Bagus – Sragen)

“Anak muda harus realisasi pancasila. Pancasila sudah nampak di Jogja. Pendidikan selalu diperhatikan.” (Erma)

“Jogja peace a lot, Indonesia peace more lot”

“Kita memang beda, tapi kita tetap satu bangsa, satu negara, satu hati Indonesia” (Dessy Aryuni – Mahasiswi Broadcasting UMY)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: