Merasakan Tri Suci Waisak 2556 BE/2012

May 15, 2012

Sore itu hujan turun lebat, namun tujuh motor para Pisgeners (panggilan akrab untuk anggota Peace Generation) tetap menerobos halangan. Motor saya, membonceng Ofirisha, tepat berada di belakang motor Ema dan Ana (Nurul, Bje, Denis dan Lius, Eny, Stanley, Joan, Tiko menyusul di belakang). Genap tujuh motor dan selama perjalanan satu jam yang ditempuh menuju Candi Borobudur, kami selalu berhenti sedikit-sedikit untuk menoleh ke belakang. Ketika kami tiba di Borobudur, hujan reda dengan sendirinya.

pisgeners saat mau berangkat ke waisak


Pisgeners memang sudah merencanakan untuk ikut Waisak di Borobudur. Ide ini tercetus ketika kami melakukan acara Pissppt (Peace on The Spot), aksi membagikan stiker dan menyanyi serta menghibur pengunjung Malioboro di Hari Kartini (22/04). Tujuan utamanya untuk berkunjung ke Borobudur jelas: kami ingin merasakan bagaimana damai dan tenangnya perayaan suci Waisak melalui sudut pandang para bikku yang sedang bermeditasi. Bagi sebagian besar dari kami, mungkin kesempatan kali ini adalah yang pertama dan yang paling dinanti-nanti. Read the rest of this entry »

Advertisements

Memulai Pisspot di Hari Kartini

April 26, 2012

Hari Sabtu, tanggal 21 April 2012 kemaren anak-anak Peace Generation (Pisgen) Yogyakarta mengadakan acara Pisspot (Peace on the Spot), dengan tagline Ayo Jadi Generasi Damai, bertempat di Nol Kilometer, depan Gedung Agung Yogyakarta. Dengan spirit/momentum Hari Kartini anak-anak Pisgen mendemonstrasikan pesan dan lagu-lagu perdamaian kepada masyarakat pengguna jalan atau mereka yang sedang menikmati weekend di pelataran Nol Kilometer. Memoentum Hari Kartini dan public spot, tempat keramaian, menjadi sasaran kegiatan Pisspot pertama Peace Generation.

Bala pasukan Peace Generation saat Pisspot


Pisspot adalah kegiatan Peace Generation dengan membawakan pesan-pesan perdamaian ke tempat-tempat umum (public sphere) di daerah Yogyakarta. Kali ini, Zero Kilometer menjadi sasaran anak-anak Pisgen untuk bermain, ber-sandwich board (peace human poster), berdansa, bernyanyi, membagikan stiker dengan pesan perdamaian, dan mengajak orang-orang di sekitar tempat itu untuk mengobrol tentang perdamaian Indonesia dan berbagi testimoni untuk perdamaian Indonesia Testinomi dari mereka akan dipublikasikan dalam website ini juga.

Sebelum melakukan aksinya, anak-anak Pisgen mengadakan pengordinasian terlebih dahulu baik lewat SMS, FB, Tweeter, BBM maupun kumpul-kumpul bareng di Mato Kopi, dan juga di kos Mas Nurul (Bayi Buaya) buat persiapan gladi bersih sehari sebelum kegiatan. Dengan semangat anak-anak melakukan konsolidasi bersama walau terkadang agak males juga karena ngantuk dan sebagainya tapi untunglah semangat bermain dan berkarya untuk perdamiaan—sekecil apapun dari anak-anak Pisgen—akhirnya acara ini dapat diselenggarakan dengan sangat baik.

Toss untuk Perdamaian


Tanggal 21 April, pukul 15.00 WIB para pasukan Pisgen berkumpul di kos Mas Nurul karena amunisi yang akan digunakan untuk beraksi terpusat di situ. Satu persatu pasukan berkumpul dengan membawa harapan dapat berhasil dalam melakukan aksinya. Satu, dua, tiga dan seterusnya mulai berdatangan. Akhirnya pada sekitar jam setengah 4 kita bersepakat untuk berangkat karena nanti sebagian pasukan Pisgen akan langsung menuju TKP di Nol Kilometer.

Amunisi yang dibawa pun agak merepotkan juga ternyata. Kami harus membawa poster-poster di tubuh kami. Lucu juga karena banyak kampanye kami sebenarnya dimulai sejak dari kos dengan memasang poster sambil naik notor “Pegel juga,” kata salah satu anggota yang membawa alat-alat tersebut. Tetapi tidak menjadi halangan, yang penting kami berangkat menuju medan laga.

Sesampainya di TKP ternyata memang benar, sebagaian pasukan sudah menunggu untuk melakukan aksi. Kelihatannya sudah siap jasmani dan rohani. Sudah tinggal diberi komando saja untuk menyuarakan perdamaian kepada masyarakat yang sudah bergumul di tempat tujuan para wisatawan itu.

akti damai Pisspot dari lintas generasi Pisgen


Sebelum aksi, anak-anak Pisgen terlebih dahulu berkumpul melingkar untuk teknis aksi yang akan dilakukan. Seperti biasa anak-anak Pisgen ilent terlebih dahulu. Berdoa menurut kepercayaannya masing-masing. Semoga dapat berjalan lancar. Amin. Amunisi yang ada, yaitu sandwich board, stiker, pulpen, selebaran, dan kertas kosong untuk testimoni. O ya satu lagi kostum robot ala Pisgen plus gitar. Pembagian amunisi pun dimulai. Ada yang pakai kostum robot Pisgen, ada yang pakai sandwich board, ada yang hanya pegang stiker dan kertas testimoni dan selebaran tentang komunitas Peace Generation juga.

Aksi dimulai. Ada tim yang bertugas untuk menari di depan orang-orang ketika lampu merah menyala dengan diiringi live music dari duo gitaris yang cukup handal (Made dan Stanley). Ada yang bertugas membagi stiker dan selebaran kemudian ada juga yang menulis testimoni masyarakat mengenai perdamaian. Ada juga yang mulai jeprat-jepret untuk pendokumentasian aksi tersebut dan ada juga yang berdiri di tepi jalan untuk mengucapkan “Selamat Hari Kartini”.

Zita Cucu Buaya berbagi testemoni damai kepada masyarakat


Ternyata harus ada perjuangan yang lebih untuk menumbuhkan semangat biar tida krik-krik. Dengan datangnya satu per satu pasukan pisgen untuk ikut bergabung melakukan aksi, pada saat itu juga kami mulai menemukan jalan untuk bersemangat terus dan menransferkan nilai dan semangat damai kepada masyarakat.

Joget di Lampu Merah


Syukur, kami mampu tampil dengan maksimal dan fun sambil tersenyum ramai-ramai dan lebih bersemangat dan tentunya lebih rame karena ternyata banyak orang orang di luar pasukan Pisgen yang ikut menjadi bagian dalam aksi Pisspot. Bahkan anak-anak yang lagi jalan-jalan di situ ikut nyanyi-nyanyi di depan orang-orang yang lagi nunggu lampu merah. Sembari menyanyikan lagu Ibu Kita Kartini anak-anak menari sekenanya dengan modelnya sendiri-sendiri. Ada yang cuma berdiri, ada yang sambil berjoget.

Kemesraan di sore itu membuat orang-orang yang melihatnya tertarik dan ada yang ketawa-tawa juga. Kami pun senang melihat respon dari masyarakat, berarti apa yang kami sampaikan mengena pada mereka. Minimal tarian, pesan poster dan stiker yang kami bawakan menusuk dalam memori mereka.

Matahari pun semakin tenggelam di peraduannya, hari semakin sore dan sebentar lagi maghrib akan datang. Anak-anak Pisgen pun mulai capek dan satu persatu mulai mundur ke belakang untuk istirahat. Namun sebagian anggota masih semangat bernyanyi riang gembira menghadap ke utara, bertatap muka dengan orang-orang yang barusan melewati jalan Malioboro.

Sekitar pukul 17.45 WIB aksi pun disudahi dengan diawali komando untuk berkumpul terlebih dahulu sebelum membubarkan diri. Duduk bersama sambil melingkar dan melakukan evaluasi dan cuap-cuap terima kasih lalu silent untuk kekompakan Pisgen bersama Pisspot.

Terima kasih pada teman-teman yang udah ikut aksi Pisspot, terima kasih pada teman-teman yang udah ikut mendukung aksi ini baik dengan kritik, saran maupun doanya. Terima kasih jua kepada masyarakat yang udah melihat aksi kami dengan ketulusan hati, dan kepada mereka yang juga ikut berpartisipasi dalam aksi kami. Terima kasih kepada Pak Polisi yang sudah mengatur lalu lintas, terima kasih buat semuanya. Yeeee……

Sampai jumpa kawan. See you next time di Pisspot berikutnya. Semoga bermanfaat buat semua. Salam Perdamaiaan (Uji, Cucu Buaya).


Capacity Building for Peace Builder

April 11, 2012

Untuk me-recharge spirit internal anggota Peace Generation, komunitas Peace Generation mengadakan gathering dan capacity building for peace builder, Sabtu  04 Februari 2012 sampai hari Minggu 05 Februari 2012, berlokasi di penginapan Al Kindi, Kaliurang. Acara yang dimulai pukul 18.30-19.00 WIB itu benar-benar melepas rasa haus rindu kebersamaan setelah lama tidak berkumpul dalam skala besar. Kegiatan ini pula menjadi kegiatan pertama dalam bentuk gathering bagi para Cucu Buaya (Cubuy) setelah pada bulan Juni 2011 kemarin mereka mengikuti Peace Camp Bee Yourself. Acara ini dihandle oleh Bayi Buaya (Nurul, Susan, Baskoro, dan Dwina).
Read the rest of this entry »


Berbagi Kado Ultah Peace Generation

July 14, 2011

Selasa, 12 Juli 2011 adalah hari bagi-bagi kado, berbagi kesenangan bersama untuk anak jalanan (anjal) yang dilakukan oleh komunitas Peace Generation (Pisgen) Yogyakarta. Siang itu sekitar pukul 14. 05 WIB, Pisgeners (Buaya Kecil, Bayi Buaya, Bungkus Buaya, dan Buaya Aggkat) yang berjumlah 9 orang berkumpul di Boulevard UGM untuk membagikan kado-kado ulang tahun Pisgen ke-9 yang dirayakan pada 10 Juni 2011. Kado-kado ultah tersebut telah disepakati agar dibagikan ke anak-anak jalanan di kota Yogyakarta dan sekitarnya. “Kado-kado ini untuk anak jalanan agar kita sama-sama berbagi kebahagiaan dengan anak-anak jalanan,” begitu keyakinan kami bersama.

Read the rest of this entry »


Peace Generation’s Anniversary

July 2, 2011

semangat perdamaian untuk semua!

Ulang tahun Peace Generation (Pisgen) kali, tepatnya 10 Juni 2011, tentu akan sangat seru. Karena satu minggu sebelumnya, tanggal 1-5 Juni 2011, Pisgen baru selesai membikin acara Peace Camp Bee Yourself, suatu acara penting bagi regenerasi dan pengenalan nilai-nilai perdamaian kepada semua peserta. Hanya selang lima hari, kawan-kawan “buaya baru” akan bertemu lagi. Manis-pahit, suka-duka, dan sunyi-gempita persahabatan yang terjalin erat-rekat meski hanya lima hari, akan tersemai melalui pertemuan di ultah ke-9 Pisgen.

Read the rest of this entry »


Peace Camp 2011

April 30, 2011

Kami datang kembali untuk kamu Pemuda dan Mahasiswa di Yogyakarta

Peace Generation dengan bangga mempersembahkan :

Poster Peace Camp 2011

Poster Peace Camp 2011

Apa itu Peace Camp?

Peace Camp merupakan agenda rutin yang dilakukan oleh komunitas Peace Generation. Tema Peace Camp kita kali ini adalah “Berdamai dengan Caramu”. Pada acara Peace Camp ini teman-teman akan diajak untuk belajar bersama mengenai tema-tema perdamaian yang sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Dengan metode kegiatan yang menyenangkan, narasumber yang asyik, fasilitas yang terjamin, tentunya acara ini akan sangat menyenangkan. Kesemuanya dapat teman-teman dapatkan secara gratis. Peace Camp kali ini adalah yang kali ke-7 dilakukan. Untuk mengetahui Peace Camp terdahulu, silakan membuka halaman aktivitas.

Apa itu Peace Generation?

Profil Peace Generation bisa dilihat di tautan halaman berikut, atau bila ingin lebih mengenal Peace Generation, bisa menghubungi contact person Peace Generation.

Bagaimana cara mendaftar?

1. Download formulir Peace Camp 2011 di sini

2. Isi formulir Peace Camp dengan lengkap

3. Kirimkan formulir tersebut ke: peacegeneration.jogja@gmail.com; cc: eka.yulianti2009@gmail.com dengan subject: Peace Camp VII (Nama Lengkap)

4. Panitia akan membalas emailmu sebagai tanda kami sudah menerimanya

5. Selanjutnya kamu tinggal tunggu informasi dari panitia

6. Jika formulirmu lolos seleksi, kami akan menghubungimu untuk membawa karya perdamaian (bebas! bisa film, lagu, lukisan, foto, poster, essay, handcarf, dll.) dan foto close up terbaru yang paling keren.

Apa syarat peserta?

Pemuda usia 17-20 tahun/mahasiswa angkatan 2009 dan 2010

Membuat karya terbaik tentang perdamaian (bebas! bisa film, lagu, lukisan, foto, poster, essay, handcraft, dll.)

Berapa biaya pendaftarannya?

Teman-teman tidak perlu membayar biaya apapun dalam kegiatan ini alias gratis 100%.

Bagaimana setelah mendaftar?

Karena keseluruhan rangkaian acara Peace Camp ini bersifat gratis atau tidak berbayar, maka panitia harus membatasi jumlah peserta Peace Camp. Panitia akan menyeleksi seluruh berkas pendaftaran yang masuk. Kreativitas, keunikan, dan semangat teman-teman yang tercermin dalam formulir pendaftaran dan karya perdamaian menjadi salah satu pertimbangan panitia dalam proses seleksi. Peserta yang lolos seleksi akan diumumkan di website ini pada tanggal 21 Mei 2011.

Bagaimana mendapatkan formulir pendaftarannya?

Formulir dapat didownload di sini (silahkan klik)

Masih belum jelas?

Segera hubungi panitia Peace Camp 2011, Eka: 081 7050 5687, Bella: 0857 3966 2404, Wildan: 0857 2902 7163.

Kapan terakhir pendaftaran?

Tanggal 20 Mei 2011


TOT I Menuju Peace Camp 2011

April 30, 2011

Peace Generation Yogyakarta kembali merencanakan kegiatan Peace Camp VII dengan sangat serius dan matang. Kegiatan ngobrol, sharing, curhat, dan meeting di berbagai tempat ngopi sudah berjalan sejak satu bulan silam. Untuk menyaring dan merumuskan ide-ide liar, konsep yang tumpah-ruah, dan teknis yang menggebu-gebu, diperlukan suatu pertemuan hangat, akrab dan bersahaja di antara internal anggota Pisgen Jogja sendiri.

Pertemuan yang menggundang sebanyak mungkin para Buaya Pisgen, terutama Buaya Kecil dan Bayi Buaya sebagai pengumpulan amunisi dan tenaga untuk kegiatan Peace Camp 2011, PIC Pisgen melakukan kegiatan Training of Trainers (TOT) pertama di Sekip C1 di Perumahan Dosen Kedokteran Hewan, Sabtu-Minggu 16-17 April 2011. TOT pertama, yang dikoordinatori oleh BJ. Sujibto ini, mengumpulkan 20 para buaya Pisgen, dari Buaya Kecil, Bayi Buaya dan Juga Buaya Tua. Kegiatan TOT telah menjadi tradisi turun-temurun bagi anggota Pisgen Jogja sebelum melaksanakan kegiatan besar seperti Peace Camp yang notabene melibatkan banyak peserta baru untuk pemuda di Yogyakarta.

Tujuan kegiatan TOT 1 kali ini adalah untuk mengumpulkan amunisi dan tenaga menuju Peace Camp VII, pengenalan tentang teknik menjadi fasilitator, role play untuk Peace Camp, games, dan rekometmen kepanitiaan untuk kegitaan Peace Camp.

Pengenalan tentang teknik fasilitasi disampaikan oleh Buaya Tua Pisgen yaitu Mbak Titik Firawati dari Pusat Studi Keamanan dan Peradamaian (PSKP) UGM. Di depan para Buaya Kecil dan Bayi Buaya, sebagai generasi kelima dan keenam di Pisgen, Mbak Titik begitu semangat dalam berbagi tentang teknik-teknik memfasilitasi. Dia sharing banyak hal tentang pengalamannya dalam memfasilitasi di berbagai kesempatan dan forum, mulai di daerah Jawa sendiri sampai di Nusa Tenggara Barat sana. Materi dari Mbak Titik sangat membantu dalam mempersiapkan mental dan pengalaman para buaya dalam menghadapi Peace Camp 2011 besok. Mbak Titik mengajak teman-teman Pisgen agar melihat teknik-teknik dasar melakukan fasilitasi.

Selama proses TOT 1, kehangatan tim dan kerja sama mulai terjalin. Obrolan, hearing dan sharing adalah cerikhas Pisgen yang paling khas; mereka saling berbagi dan menderngarkan, curhat untuk kebersamaan dalam sebuah tim. Setiap anggota yang datang di sana kembali merasakan kebersamaan selama satu hari satu malam. Karena setelah TOT 1, panitia Peace Camp harus berjibaku lagi dengan persiapan-persiapan yang memakan waktu dan tenaga yang tidak sedikit, butuh pengorbanan dan kebesaran hati untuk bisa bergabung di tengah komunitas yang cair, non profit, dengan nilai-nilai luhur tentang perdamaian yang dibawa. Viva Pisgener….

Rundown untuk acara TOT 1 adalah berikut:

Sabtu, 16 April 2011

14.00

15.00

Peserta datang, ngobrol, ice breaking

BJ

15.00

15.30

Slideshow Peace Generation

Ema

15.30

16.00

Role Play Fasilitasi

Rizza, BJ, Wulan

16.00

16.30

Evaluasi Role Play

Eka,

BJ, RIzza

16.30

18.00

Pengenalan Teknik-Teknik Fasilitas

Mbak Titik, Ema

18.00

19.00

Ishoma

19.00

19.10

Persiapan Role Play Game Duplicate

Eka, Riza

19.10

19.50

Game Duplicate

Eka, Riza

19.50

20.30

Pengendapan & Sharing

Eka, Riza

20.30

21.30

Game Team Work

BJ

21.30

Nonton FILM:                                                                       How to Train Your Dragon

Ema

Minggu, 17 April 2011

06.30

08.00

Senam, Mandi, Makan

Babuy

08.00

09.30

Share Perkembangan Peace Camp, Membuat Proposal & Anggaran

Ema & BJ

09.30

09.45

Jeda, games

Babuy

09.45

10.30

…lanjut…

Ema & BJ

10.30

10.45

jeda, games

Babuy

10.45

12.00

Share Hasil Proposal & Anggaran

Ema & BJ

12.00

Bersih-bersih dan Sayonara